• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Menelusuri Legal-tidaknya Pusat Jajanan Bundaran Keris Menjelang Digusur

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
27 Agustus 2020
Bundaran Keris

Foto: @kopiunyuik

136
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Rencana Pemko Pekanbaru akan melakukan penertiban terhadap pedagang di kawasan Bundaran Keris (BK) di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, akan dilakukan pada awal September ini.

Keberadaan pedagang kuliner di kawasan BK sudah ada jauh sebelum wabah corona ada. Covid-19 menjadi salah satu alasan bagi Pemko Pekanbaru untuk melakukan penertiban.

“Pada awal wabah ini muncul kami memang disuruh tutup. Dan semua aktivitas perdagangan di sini tutup. Tapi setelah new normal diberlakukan, kami diberi ‘izin’ untuk buka,” ujar seorang pedagang di kawasan itu kepada Bertuahpos, Kamis, 27 Agustus 2020.

View this post on Instagram

A post shared by Anak Nongkrong Pekanbaru (@anaknongkrong_pku)

Lalu, dia dan rekan-rekannya, sejauh ini tidak berfikir untuk melakukan penolakan. Apalagi pemerintah mengambil langkah penertiban dengan alasan Covid-19. 

Berdasarkan penelusuran Bertuahpos.com, dari informasi yang diberikan salah seorang pedagang yang sejak awal berdagang di kawasan ini, mengatakan memang tidak ada izin resmi dari Pemko Pekanbaru. Artinya, kawasan ini bukanlah lokasi yang dikhususkan untuk pedagang, atau dijadikan pusat kuliner. 

Awal mula kawasan ini ada hanya dari satu, dua pedagang. Beberapa orang suka nongkrong, lalu muncul pedagang lainnya. Berkembang, hingga ramai seperti saat ini. Pernah dilobi agar Pemko Pekanbaru menetapkan kawasan ini menjadi pusat jajanan malam secara resmi. Namun tidak diterima. Meski diperbolehkan, itu hanya sebatas ‘izin mulut’ melalui perantara ‘orang dalam’. 

View this post on Instagram

A post shared by DIMSUM AQU (@dimsum_aqu_pekan_baru)

“Kawasan ini memang tidak termasuk dalam lokasi perdagangan. Begitu informasi yang kami terima dari seseorang di internal Pemko Pekanbaru. Tapi kawasan ini sudah terlanjur diketahui banyak orang sebagai salah satu pusat kuliner di Pekanbaru, dan punya potensi. Mungkin atas pertimbangan itu mengapa sejak awal kawasan ini tidak ditertibkan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, di Pekanbaru, awalnya hampir tak ada pusat jajanan malam. Kawasan MTQ misalnya, yang lebih dulu ditetapkan sebagai kawasan kuliner namun tidak diminati masyarakat. Sepi. Jauh sebelum itu juga ada Puja Sera di Arifin Achmad, tapi sekarang sudah jadi ‘sarang hantu’.

Sampai pada akhinya warga melirik kawasan ini sebagai lokasi alternatif bagi warga untuk nongkrong dan menghabiskan waktu berlama-lama dengan rekan-rekan mereka. Sejak itulah kasawan ini menjadi ramai.

Bertuahpos.com mencocokan data yang diperoleh dari beberapa sumber, terhadap total jumlah pedagang yang menggelar jajanan mereka di kawasan Bundaran Keris. Ada yang menyebut 200 lapak, 250 hingga 300 lapak yang digelar. Namun dari informasi yang cukup valid diketahui memang ada sekitar 300 dagangan digelar di kawasan ini.

“Lokasinya sangat sempit untuk menapung pedagang sebanyak itu,” kata seorang petugas yang dipercaya untuk keamanan di kawasan ini. Dia tentu saja ditunjuk secara tidak resmi karena memang kawasan ini tidak pernah punya izin dari pemerintah setempat.

“Kalau pemerintah mengharuskan setiap orang di sini patuh pada protokol kesehatan. Ya, sulit. Kalau malam pengunjung selalu berdesakan, karena memang jarak antar pedagang juga sangat berdekatan,” jelasnya.

View this post on Instagram

A post shared by Anak Nongkrong Pekanbaru (@anaknongkrong_pku)

“Rasanya sayang kalau tempat ini harus ditertibkan. Orang yang datang ke Pekanbaru selalu diajak ke sini untuk mencicipi berbagai jajanan. Mereka sudah tahu kalau di sini pusat kuliner malam di Pekanbaru. Kalau digusur, belum tentu Pemko bisa bikin yang seperti ini,” kata Sari (23) seorang penunjung di pusat kuliner kawasab Bundaran Keris, Pekanbaru. 

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru Ingot Hutasuhut sebelumnya telah menegaskan bahwa langkah penertiban di kawasan, bisa dilakukan dengan dua alasan. Pertama, memang karena masalah legalnya, karena memang kawasan ini tidak memiliki izin. “Tapi itu menjadi kewenangan OPD yang bersangkutan,” ungkapnya.

Alasan kedua, soal pencegahan dan penanganan Covid-19. Karena memang di kawasan ini sangat sulit untuk menerapkan protokol kesehatan. Pemko Pekanbaru, kata dia, harus segera mengambil langkah agar penyebaran wabah tidak semakin banyak. 

“Tapi konteks penutupan saat ini karena pendemi corona,” katanya. “Kalau soal ilegalnya itu menjadi atensi OPD masing-masing.”

(bpc2)

Tags: Berita Pekanbarubisnisbundaran kerispusat jajanan di PekanbaruPusat Kuliner
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Foto: Istimewa
Lifestyle

dr Romy Deviandri Pimpin PEROSI Riau, Dorong Gerakan Sadar Tulang Sehat

...

Read moreDetails

Naik Rp214,7 Miliar, APBD Perubahan Pekanbaru 2026 Jadi Rp3,2 Triliun

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

Kuliah Umum UHTP Bahas Sinergi Hukum, IT hingga Kesehatan di Era Digital

Kuliah Umum UHTP Bahas Sinergi Hukum, IT hingga Kesehatan di Era Digital

Tiga Angkutan Sampai Tanpa Izin Diamankan di Trans Depo Air Hitam Pekanbaru

Tiga Angkutan Sampai Tanpa Izin Diamankan di Trans Depo Air Hitam Pekanbaru

Stok Menipis, Pemprov Riau Minta Tambahan 850 Ribu Pcs Masker ke Pusat

Stok Menipis, Pemprov Riau Minta Tambahan 850 Ribu Pcs Masker ke Pusat

Next Post
Pemilih milenial

Pilkada Riau 2020, Direktur Executive MDI Waspadai Pemilih Milenial Agar tidak Terkontaminasi Politik Amoral

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.