• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Belajar Merintis Bisnis Barang Bekas Melalui Sosmed dari @sukapetje.id

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
13 Oktober 2020
barang-barang bekas

Koleksi sepatu bekas. (@sukapetje)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Di Pekanbaru, barang-barang bekas — pakaian, sepatu bekas, tas, dll — memang sudah terkenal sejak dulu. Kalangan awam mengenal tempat yang menjual barang-barang bekas ini dengan sebutan PJ alias Pasar Jongkok.

Bagaimana kalau kita memilih sepatu-sepatu bekas ini melalui sosial media? Bertuahpos.com mendapati akun sosial media yang menggeluti usaha menjual sepatu bekas berkualitas. Nama @sukapetje.id.

“Awalnya berangkat dari hobi, pasti. Melihat sepatu-sepatu second yang dijual di Tembilahan, saya juga sering beli sepatu di sana, kemudian terpikir lah untuk dibawa ke Pekanbaru dan dijual melalui sosial media,” kata Owner @sukapetje.id Abdul Hadi kepada Bertuahpos.com.

Didirikan pada September 2018 @sukapetje.id kini terdaftar sebagai salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan sudah mengantongi izin pada 2019. Usaha ini berjalan dominan di sosial media.

“Saya juga menawarkan kepada teman-teman dekat saya dan teman-teman kampus saya. Pertama kali saya membeli 14 sepatu dan saya jual kembali. Alhamdulillah dalam waktu beberapa hari sepatu itu terjual,” katanya.

 

Salah satu kelokesi sepatu bekas yang dijual @sukapetje.id

@sukapetje kini sudah memiliki sebuah toko di bilangan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Menurut Hadi, sepatu memiliki daya tarik tersendiri pagi pecintanya sehingga memberikan peluang besar sebagai peluang usaha. Segmentasinya khusus. Apalagi untuk mereka yang mengerti sepatu cenderung mengabaikan harga.

“Pertama kali saya memilih bisnis ini, karena yang pertama saya melihat setiap orang pasti menggunakan sepatu dan tentunya permintaan terhadap sepatu tidak pernah hilang,” katanya. 

Semakin ke sini, tren yang berkembang, orang-orang cenderung lebih tertarik dengan sepatu bermerk dan original. Mereka dengan kemampuan terbatas tetap bisa mendapatkan itu dengan mencarinya di barang-barang bekas.

Hadi menjelaskan @sukapetje dominan memanfaatkan sosial media sebagai sarana marketing. Sedang toko yang dibuka agar pelanggannya lebih puas untuk memilih sepatu secara langsung. 

https://www.instagram.com/p/B9lhFKAgkX2/?igshid=zda6inj0gmin

“Sosmed kita Instagram dan Facebook. Lalu tawarkan langsung ke teman-teman,” ujarnya.

Kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha ini, jelas Hadi, karena produk sepatu second itu memiliki berbagai model dan ukuran. Kadangkala tidak sesuai kebutuhan konsumen.

Hadi kemudian membuka jaringan untuk memudahkan suplai ketersediaan stok dengan menjalin komunikasi ke berbagai daerah di Riau sebagai pemasok barang-barang bekas dari luar negeri. Termasuk membuka cabang toko di daerah-daerah tersebut.

Diantaranya Tembilahan, Tapung Hilir, dan Rengat. Barang-barang yang didapat tentu saja tidak selalu baik. “Juga tidak ada terget, tergantung permintaan saja,” sambungnya.

Layaknya menjalankan sebuah usaha, tentu ada masa-masa sulit yang dihadapi Hadi. Keuntungan jelas menjadi tujuan, namun hal lain diluar materil yang dia peroleh yakni pengetahuannya tentang sepatu. Kini dia begitu mahir terutama membedakan mana sepatu yang original.

“Saya juga jadi lebih mengerti tentang jenis-jenis sepatu. Kalau kendala, ya juga sering ada yang tidak laku,” ujar Hadi.

“Saya menyadari bahwa anak muda bisa berkarya dengan mendapatkan ide-ide dari sekitarnya,”  prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Abdul Hadi dalam menjalankan @sukapetje.id. (mg8)

Tags: barang bekasbisnis di sosmedsepatu bekasSosmed
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup
Ekonomi

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

...

Read moreDetails
Gerakkan Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Sulap Ember Bekas Jadi Fasilitas Bublik

Gerakkan Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Sulap Ember Bekas Jadi Fasilitas Bublik

Apa yang Dihadapkan Pemprov Riau di Tengah Misinformasi Membanjiri Internet? Eriadi Fahmi: Sosmed & Jurnalistik Harus Saling Melengkapi

Apa yang Dihadapkan Pemprov Riau di Tengah Misinformasi Membanjiri Internet? Eriadi Fahmi: Sosmed & Jurnalistik Harus Saling Melengkapi

Komunikasi digital untuk penjualan online

Trik Komunikasi Digital untuk Meningkatkan Penjualan Online

ruangguru phk ratusan karyawan

Ruangguru PHK Ratusan Karyawan, Manajemen Salah Prediksi Kondisi Ekonomi, Co-Founder Minta Maaf

Tantangan Komunikasi Publik di Era Digital

6 Tantangan Komunikasi Publik di Era Digital yang Perlu Disikapi

Next Post

Catatan Sejarah 13 Oktober: Kelahiran 'Sang Ratu Film Horor' Indonesia

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.