• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Komunikasi Politik Puan Dekat dengan ‘Konsep Kekuasan Jawa’

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
14 Februari 2022
Ketua DPR Puan Maharani/Dok. DPR

Ketua DPR Puan Maharani/Dok. DPR

105
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Komunikasi politik Ketua DPR Puan Maharani, sengaja atau tidak, telah menunjukkan bahwa sebenarnya dia sosok yang arogan.

Pendapat ini diungkapkan oleh Peneliti Utama Indonesia Political Opinion (IPO) Catur Nugroho.

Menurutnya, ungkapan Puan—menyinggung salah satu gubernur yang tidak memberikan sambutan kepada dirinya ketika kunjungan ke daerah—selalu menjadi poin menarik untuk ditelaah lebih dalam.

Catur memandang, itu sebuah ucapan yang cukup mampu ganggu pandangan publik kepada putri Megawati Soekarnoputri itu, sebagai Ketua DPR.

“Saya pikir komunikasi politik yang disampaikan Puan sebagai Ketua DPR menunjukkan ‘arogansi’ seorang tokoh publik,” ujar Catur dikutip dari GenPI.co.

Sebagai Ketua DPR, Puan Maharani seharusnya menyapa masyarakat dengan baik sebagaimana layaknya pengurus partai. Tapi, ucapan Puan menggambarkan bahwa dia bukan seorang Ketua DPR, seolah dia sebagai seorang Presdien.

“Alih-alih menyapa masyarakat sebagai konstituen Partai, beliau (Puan) malah minta disambut pejabat di daerah, seolah dia Presiden,” jelasnya.

Figur Puan, juga sangat dekat dengan ‘konsep kekuasaan jawa’. “…ingin menegaskan sikap ‘adigang, adigung, adiguna’, artinya mengandalkan, menyombongkan, membanggakan kebesaran dan kekuatannya,” tuturnya. (bpc2)

Tags: pdippuan maharani
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pemilu 2024
Nasional

Lewat Pidato Kenegaraan, Puan Pertanyakan Apakah Hasil Pemilu 2024 sudah Jurdil?

...

Read moreDetails
Jokowi

PDIP Sentil Jokowi, Makanya Jangan Terlalu Pede

puan menangis, revisi RUU

Puan Respon Kritik Megawati soal Revisi RUU di DPR yang Belum Disahkan

Sikap PDIP oposisi atau koalisi

PDIP Belum Putuskan Sikap Oposisi atau Koalisi dalam Pemerintahan Prabowo-Gibran, Apa yang Mengganjal, Bu Mega?

Respon PDIP soal Putusan MK: tak Buka Ruang untuk Keadilan

Inilah Kesibukan Ganjar Prabowo Setelah Kalah Pilpres

Pesan Menohok PDIP, Apakah untuk Prabowo dan Gibran?

Ini Alasan PDIP Minta Prabowo – Gibran tak Dilantik sebagai Capres – Cawapres

Next Post

Ada Promo Nginap di Hotel Mutiara Merdeka, Simak Berikut Ini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.