Angka Positif Covid-19 Tinggi, Riau Wacanakan PSBB Lagi

Kamis, 27 Mei 2021 18:13
Angka Positif Covid-19 Tinggi, Riau Wacanakan PSBB Lagi
Kantor Gubernur Riau – Foto: Melba / Bertuahpos.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Riau mewacanakan kemungkinan ada pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, seperti yang dilakukan tahun 2020 lalu. 

Kebijakan ini dianggap perlu sebagai langkah serius dalam upaya penanganan kasus covid-19 gelombang ketiga, begitu pandangan yang disarankan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Riau Indra Yovi.

Advertisement

Riau pernah melakukan kebijakan ini (PSBB) saat awal mula kasus positif corona melonjak di tahun 2020 lalu. Sekitar sebulan penuh, jalan – jalan protokol di Pekanbaru disekat saat malam, dan dibuka kembali saat pagi hari.

“Maka kemungkinan Riau akan kembali PSBB,” kata Indra Yovi dalam konferensi pers di Posko Penanganan Covid-19 Riau, di Pekanbaru.

Baca: Ini Jenis dan Nama Pilot yang Mengemudikan Pesawat Jatuh di Kubang

BACA JUGA:  Pengamat Hukum Minta Hakim Ringankan Putusan untuk Sayuti

Dia mengatakan, kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM skala mikro, yang sebelumnya telah dilakukan, sejauh ini belum membuahkan hasil sesuai harapan.

Apa yang terjadi saat ini, menjadi tanda bahwa PPKM tidak efektif, “maka dari itu kemungkinan Riau akan kembali terapkan PSBB, dengan melakukan pengetatan – pengetatan mobilisasi penduduk yang lebih ketat,” ucap Yovi. 

Yovi membocorkan bahwa dalam beberapa hari ke depan imbauan agar masyarakat kembali work from home atau WFH juga akan dilakukan, terutama bagi ANS.

“Tapi mungkin, langkah – langkah ini masih akan digodok lagi oleh Pemprov dan Pemda kabupaten/kota.”

“Hal ini merupakan salah satu upaya kita untuk dapat mengendalikan dan sekaligus menekan angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Riau,” ujarnya. 

Disisi lain, Yovi juga menyampaikan bahwa penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Riau sendiri adalah efek dari mudik lebaran yang memang terjadi sekarang. 

“Mungkin ada orang yang kembali dari luar kota tidak di screening dengan baik atau pas, kemudian orang tersebut menularkan virus terhadap keluarganya. Sehingga sesudah kasus impor terjadi di Riau ada terjadi kluster keluarga di Provinsi Riau,” tuturnya. (bpc2)