Aktivis HAM, Jurnalis dan Pengacara Dunia Jadi Terget Spyware, Data Dijual Oleh Perusahaan Israel

Senin, 19 Juli 2021 12:20
Aktivis HAM, Jurnalis dan Pengacara Dunia Jadi Terget Spyware, Data Dijual Oleh Perusahaan Israel

BERTUAHPOS.COM Spyware sengaja untuk memantau pergerakan aktivis HAM, jurnalis, dan pengacara di seluruh dunia.

Kelompok ini  menjadi sasaran operasi pengawasan menggunakan perangkat lunak yang menyasar ponsel mereka menggunakan Spyware. 

Data tersebut dijual kepada pemerintah otoriter oleh perusahaan Israel NSO Group. 

Para aktivis, jurnalis, dan pengacara masuk di dalam daftar hingga 50 ribu nomor telepon yang bocor yang diyakini menarik bagi pelanggan perusahaan NSO. 

Baca: Harga Galaxy Note 4 di Indonesia 9,5 Juta Rupiah?

Tidak jelas dari mana daftar itu berasal atau ponsel siapa yang sebenarnya telah diretas. Namun NSO membantah tudingan itu.

NSO mengatakan perangkat lunak dimaksudkan untuk digunakan melawan penjahat dan teroris dan hanya tersedia untuk militer, penegak hukum, dan badan intelijen dari negara-negara dengan reputasi HAM yang baik.

Dalam sebuah pernyataan, NSO mengatakan bahwa “Penyelidikan awal yang mengarah pada laporan terkait penuh dengan asumsi yang salah,” kata NSO dalam sebuah pernyataan.

Spyware atau perangkat lunak yang dimaksud dikenal sebagai Pegasus, seperti dilansir dari republika.co.id, Senin, 19 Juli 2021.

Tuduhan tentang penggunaan Pegasus dilakukan pada Ahad (18/7) oleh Washington Post, Guardian, Le Monde, dan 14 organisasi media lainnya di seluruh dunia. 

Pegasus menginfeksi perangkat iPhone dan Android untuk memungkinkan operator mengekstrak pesan, foto, dan e-mail, merekam panggilan, dan mengaktifkan mikrofon secara diam-diam.

BBC melaporkan,  tes forensik pada beberapa ponsel dengan nomor pada daftar menunjukkan lebih dari setengahnya memiliki jejak spyware itu. 

Sekitar 180 wartawan dikatakan dalam daftar berasal dari organisasi seperti Agence France-Presse, CNN, New York Times, dan Aljazirah serta banyak outlet berita lainnya.

Mereka juga termasuk 2 wanita yang dekat dengan jurnalis Saudi yang terbunuh Jamal Khashoggi dan seorang jurnalis Meksiko bernama Cecilio Pineda Birto yang dibunuh di tempat cuci mobil. 

Daftar yang lebih luas juga mencakup kepala negara dan pemerintahan, anggota keluarga kerajaan Arab dan eksekutif bisnis. (bpc2)