Warga Air Molek Miris, Tonton Video Kekerasan Anak SD

Senin, 13 Oktober 2014 12:15
Warga Air Molek Miris, Tonton Video Kekerasan Anak SD

BERTUAHPOS.COM, AIR MOLEK – Video kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah siswa yang masih duduk di bangku SD kini tersebar di Indragiri Hulu.Sebagian lagi ada yang mengunggah di media sosial seperti youtube.

Di dalam video kekerasan tersebut, terlihat seorang siswi yang berada di pojok ruangan dan tengah dipukuli oleh beberapa orang siswa. Ia hanya bisa menangis menahan sakit. Belum tahu penyebab pasti kenapa hal tersebut terjadi dan membuat tercorengnya muka pendidikan bangsa ini.

Advertisement

Berdasarkan Informasi yang tertulis di youtube, aksi pemukulan tersebut terjadi di salah satu sekolah swasta di Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Munculnya video kekerasan tersebut membuat warga Air Molek merasa miris melihat dunia pendidikan di Indonesia saat ini. “Miris kita melihat pendidikan saat ini, kenapa? Mereka bukannya tambah bagus, baik, pinter, malah jadi tukang pukul seperti di vidoe kekerasan yang saat ini tersebar,” ujar Burhan, Senin, (13/10/2014)

Baca: Malam Ini Rizky Febian Bakal Nyanyi Bareng di Score

Burhan melanjutkan bahwa, sudah sepantasnya pendidikan di Indonesia dilakukan pembenahan agar kejadian ini tidak terulang kembali.

“Selain pembenahan, jika ada murid berkelakuan preman seperti itu, lebih baik dibina, tapi jika tidak bisa ya dikelurkan saja. Jadi saja tukang garam atau tukang plastik dipasar,” ujarnya kesal.

Hal senada juga dikatakan oleh Syaifullah warga Air Molek yang menilai bahwa hal ini kemungkinan terjadi dikarenakan sering anak-anak yang melihat film yang tidak terdidik di stasiun televisi saat ini.

“Mereka melakukan itu bisa saja pengaruh dari film-film yang tidak ada manfaatnya seperti yang saat ini sering diputar di televisi,” lanjutnya.

Syafullah juga mengkritik pemerintah khususnya KPI yang dinilai lamban dalam mencegah film-film yang sifatnya merusak anak-anak.

“Kebanyakan yang saya lihat, anak-anak malah menonton film yang tidak jelas seperti yang jadi binatang. Itu film kan jelas tidak mendidik, dan KPI pun saya rasa harus menutup film tersebut,” pungkasnya.

Dirinya berharap agar dunia pendidikan di Indonesia bisa diperbaiki menuju yang lebih baik, jangan sampai ada yang kejadian seperti pemukulan di Sumbar terulang lagi di Indonesia. (iqbal)