Sistem Pengelolaan Sawit di Riau Bermasalah

Kamis, 25 Februari 2016 18:55

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau diminta untuk tidak berbangga hati dengan luasan hamparan kebun sawit di Riau, jika nilai tambah dari komoditi itu tidak pernah menjadi prioritas untuk dikembangkan.

Menurut Ekonom asal Universitas Riau, Prof Dr Almasri S, melihat kondisi ini sudah selayaknya Pemerintah Provinsi Riau memaksimalkan nilai tambah dari hasil kebun sawit itu untuk meingkatkan perekomonian masyarakat.

“Salah satu langkah yang harus segara dilakukan adalah membangun hilirisasi disektor sawit. Padahal potensi sawit di Riau sudah sangat besar,” katanya.

Dia melihat ada cara yang aneh dengan sistem pengelolaan hasil perkebunan sawit di Riau. Masyarakat kecil yang menggantungkan perekonomiannya kepada kebun sawit, hanya sebatas menikmati Tandan Buah Segar (TBS) saja.

Baca: Tekan Peredaran Narkoba, DPRD Usulkan Inhil Bentuk BNK

Dengan pola seperti itu saja, indeks kesejahteraan masyarakat saja sudah menyentuh angka 27 persen lebih. Dan hampir setiap tahunnya mengalami peningkatan. Namun demikian, hasil CPO dari pengolahan TBS tersebut dinikmati oleh perusahaan pengiolah. Yang kemudian bahan setengah jadi itu diproses di luar negeri dan hasilnya kembali dikonsumsi oleh masyaakat Riau.

“Sementara hasil nilai tambahnya mencapai 200 sampai 300 persen. Dah hasilnya dinikmati oleh asing,” sambungnya. “Sebab CPO Riau di ekspor dalam jumlah banyak ke luar negeri.”

Kondisi seperti itulah, menurut Almasri, mengapa nilai tambah dari sawit Riau tidak maksimal. Padahal jika pemerintah segera membangun hilirisasi untuk komuditi itu, kemungkin besar, harga TBS sawit di Riau tidak terlalu mengandalkan harga pasar.

Padahal, peluang bagi Pemerintah Provinsi Riau sendiri untuk mengembangkan potensi tersebut sangat terbuka lebar. Agar perputaran uang lebih tinggi di Riau, ketimbang di luar negeri. Pemerintah Provinsi Riau juga diminta serius untuk mengembangkan sejumlah kawasan industri di Riau agar bisa menjadi pusat produksi sumber daya alam yang ada di Riau. Mislanya kawasan industri tanjung buton, pelabuhan Kuala Enok dan Dumai.

Kawasan-kawasan tersebut menurutnya memiliki potensi luar biasa untuk bisa dikembangkan hilirisasi. Dengan demikian, para investor akan tertarik untuk menggarap kawasan itu sebagai tempat pengembangan hilirisasi sawit di Riau.

Penulis: Melba