Pekan Ini TBS Riau 2000/Kg

Selasa, 18 Februari 2014 17:21
BERTUAHPOS.COM,PEKANBARU – Pekan ini Harga Tandan Buah  Segar (TBS) mengalami kenaikan. Untuk periode tanggal 19-25 februari harga naik Rp34,87 per kilogramnya.
 
Hal itu terungkap langsung pada Rapat Penetapan Harga TBS yang dipimpin langsung oleh Kadisbun Riau, Drs H Zulher MS  Kantor Dinas Perkebunan Riau, Selasa (18/02/14).
 
 
Harga TBS untuk umur 3 tahun yaitu Rp 1.445,53/kg, umur 4 tahun Rp 1.614,38/kg, umur 5 tahun yaitu Rp 1.727,57/kg, umur 6 tahun yaitu Rp 1.778,24/kg, umur 7 tahun Rp 1.846,16/kg, umur 8 tahun Rp 1.903,70/kg, umur 9 tahun Rp 1.964,74/kg dan umur 10 tahun keatas adalah Rp 2.019,59/kg. Sedangkan untuk harga CPO adalah Rp 9.016,83/kg dan PKO adalah Rp 6.093,65/kg.
 
Menurutnya harga sawit naik dalam beberapa bulan belakangan ini karena permintaan CPO dari pasar global sangat besar dan juga tingkat penerimaan pasar global terhadap kualitas CPO Indonesia terus naik. “Saya merasa senang akan kenaikan harga TBS ini, mudah-mudahan ini terus berlanjut,” ujarnya.
 
Zulher memprediksi, harga TBS ini akan terus naik dan bisa mengalahkan harga tertinggi pada tahun 2008 yaitu Rp 2.300/kg. Namun, untuk menjaga kenaikan harga ini terus bertahan diatas angka Rp 2.000/kg, Zulher sangat mengharapkan keseriusan pelaku usaha perkebunan baik petani dan perusahaan untuk melakukan pengelolaan usaha perkebunan yang baik dan benar. 
 
“Harga yang tinggi 2-3 bulan terakhir ini harus terus kita jaga. Jangan sampai kembali turun pada titik yang terendah seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu kita harus tahu bisa mengelola usaha perkebunan dengan baik dan benar. Bagaimana caranya merawat tanaman dengan baik, kapan diberi pupuk, pemanenan pada saat buah matang sempurna hingga pemeliharaan yang lainnya,” ujar Zulher.
 
Menambahkan Zulher, salah satu faktor penting lainnya yang harus terus diperhatikan oleh perusahaan subsector perkebunan adalah menseriusi sertifikasi Indonesia Suistainability Palm Oil (ISPO) yang telah menjadi mandatory bagi perusahaan perkebunan untuk mendapatkan sertifikat tersebut hingga Desember tahun 2014 ini.
 
Dengan terpenuhinya segala persyaratan sertifikasi ISPO ini maka tingkat permintaan dari pasar global akan terus naik dan bertambah.
 
“Salah satu isu yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah tentang issue lingkungan terutama pada saat rawan terjadinya kebakaran. Jangan sampai dengan adanya stigma pencemaran lingkungan ini baik dari kebakaran hingga pengelolaan usaha perkebunan yang tidak pro lingkungan maka kembali mengubah pandangan masyarakat global yang akhir-akhir ini telah membaik,” ujar Zulher.(Syawal/rls).