Menyambut Pesta Sepakbola Dunia, Brasil Penuh Tekanan

Kamis, 12 Juni 2014 07:34

BERTUAHPOS.COM – Jumat dini hari WIB 13 Juni 2014, seluruh mata dunia bakal tertuju pada pembukaan Piala Dunia 2014 di Brasil. Pesta sepakbola seluruh dunia, di mana bintang-bintang lapangan hijau siap beraksi membawa nama negara mereka.

Yang namanya pesta, seharusnya berlangsung meriah. Apalagi ajang ini melibatkan 32 negara dari seluruh penjuru dunia. Semua pasang mata akan rela menjadi saksi berlangsungnya acara pembukaan turnamen sepakbola terbesar di dunia.

Sebanyak 21 kepala negara memastikan akan hadir untuk menyaksikan perhelatan Piala Dunia Brasil 2014. Dari ke-21 pemimpin dunia itu, 11 kepala negara dan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon akan menghadiri laga pembuka antara Brasil dan Kroasia di Sao Paulo, 12 Juni 2014. 

Kemeriahan Piala Dunia 2014 nyaris ternoda dengan kabar batalnya Jennifer Lopez menyanyikan lagu resmi Piala Dunia We are One di upacara pembukaan. Namun, penyanyi seksi yang akrab disapa J-Lo ini akhirnya mengurungkan niat untuk absen di upacara pembukaan tersebut.

Baca: Ada Aspek Pidana yang Buat Pasar Cik Puan Mangkrak, Bagaimana?

“Saya akan datang. Saya pergi malam ini. Saya pikir orang-orang terlalu khawatir, terutama dengan saya dan jadwal saya. Orang jadi gugup dan terlalu dini mengumumkan sesuatu. Tapi, yang pasti kami akan berangkat ke sana,” kata J-Lo, seperti dilansir Radio Online.

Persiapan Brasil menggelar Piala Dunia 2014 juga tak diragukan oleh FIFA, sebagai otoritas tertinggi sepakbola dunia. Presiden FIFA, Sepp Blatter, memastikan diri hadir dan memberikan pidato sambutan dalam upacara pembukaan. “Tidak ada yang diragukan pada Brasil selaku tuan rumah,” ucap Blatter, seperti dilansir FIFA. 

Pembukaan yang digelar di Arena Corinthians, menjadi salah satu pembukaan Piala Dunia fenomenal tahun ini. Sejumlah artis dan seniman siap tampil. Mohammed Assaf artis Palestina, Nelson Ayres pianis asal Brasil, dan Maria Rita penyanyi legendaris Brasil. Pembukaan Piala Dunia 2014 juga dipandu oleh Fernanda Lima, model yang memandu jalannya pengundian grup Piala Dunia, Desember 2013

Tekanan Besar Tuan Rumah Brasil

Brasil sebagai tuan rumah akan membuka pertandingan pertama Piala Dunia 2014 dengan menghadapi lawan mereka di Grup A, Kroasia. Tentu, bermain di hadapan publik sendiri dengan sokongan pemain-pemain bintang, Selecao ebih diunggulkan atas Kroasia.

Namun, selayaknya pertandingan pembuka, segalanya dijamin tak akan berjalan dengan mudah. Kroasia bukan tim kemarin sore yang tak akan memberikan perlawanan. Mereka juga diperkuat sejumlah pemain papan atas seperti Luka Modric, Mario Mandzukic, Ivan Rakitic, dan Eduardo da Silva.

Tim berjuluk Vatreni ini juga catatan bagus, dengan menjadi semifinalis Piala Dunia 1998. Motivasi berlipat juga akan menyelimuti anak-anak asuhan Niko Kovac untuk mempermalukan Brasil di depan pendukungnya.

Bukan hanya itu, lima laga terakhir sebelum menghadapi Brasil, Kroasia tak pernah kalah. Kroasia menang tiga kali dan dua kali imbang. Kepercayaan diri Luka Modric dan kawan-kawan pun dijamin tengah tinggi-tingginya, karena skuad Kroasia sepenuhnya fit jelang laga perdana Piala Dunia.

Tekanan jelas lebih condong berada di kubu Brasil, mengingat gelombang protes yang kian besar atas penyelenggaraan Piala Dunia 2014. Jika Brasil gagal mengalahkan Kroasia, secara psikis tim arahan Luiz Felipe Scolari bisa terpengaruh pada dua laga berikutnya di penyisihan grup.

Hasrat besar untuk mengalahkan Kroasia pada pertandingan pembuka di hadapan masyarakat yang menuntut harus menang, tak ada yang lebih tertekan dari Brasil. Beruntung, Selecao diperkuat oleh sederet pemain yang sering berurusan dengan yang namanya tekanan.

Thiago Silva, Dante, Dani Alves, David Luiz, Ramires, Julio Cesar, dan Marcelo punya pengalaman segudang dalam menghadapi pertandingan-pertandingan penting syarat tekanan. Bagi para pemain bintang, seharusnya tekanan bukan lagi dianggap sebagai halangan untuk meraup tiga poin.

Namun, skuad Brasil ini tengah dirundung duka menyusul meninggalnya keponakan pelatih Luiz Felipe Scolari akibat kecelakaan mobil. Apakah kabar duka itu cukup mempengaruhi Scolari saat memimpin anak-anak asuhannya? Jawaban bisa Anda dapat kala menyaksikan laga Brasil kontra Kroasia.

Masalah Nyata Piala Dunia 2014 Brasil

Kota Sao Paulo ternyata belum sepenuhnya menyambut penyelenggaraan Piala Dunia 2014, khususnya untuk acara pembukaan. Kondisi transportasi kereta bawah tanah di kota Sao Paulo justru semakin chaos setelah aksi pemogokan para pekerja yang belum juga diakhiri.

Kondisi itu membuat warga Sao Paulo yang mengandalkan transportasi massal frustrasi, karena mereka kesulitan mencari sarana transportasi lain untuk menuju tempat sekolah atau tempat bekerja mereka. Aksi pemogokan itu pun membuat pemerintah Brasil memecat 60 pekerja kereta api bawah tanah di Sao Paulo yang terlibat bentrok.

Dukungan masyarakat lokal juga sepenuhnya tak didapat pemerintah Brasil. Piala Dunia dapat meningkatkan sektor pariwisata dan perhatian internasional, namun sebagian rakyat Brasil lebih suka pemerintah fokus pada isu-isu yang lebih mendesak.

Dalam sebuah survei yang dilakukan Pew Research, mereka menemukan setidaknya 6 dari 10 penduduk Brasil lebih suka pemerintah mereka menghabiskan uang untuk sektor kesehatan dan transportasi umum, dari pada menggelar Piala Dunia. Brasil saat ini juga sedang mengalami musim kering yang terburuk dan memberikan tekanan berat pada pasokan listrik negara dari tenaga air.

Pada Februari lalu, pemadaman listrik di Brasil membuat enam juta rakyat Brasil hidup dalam kegelapan. Sementara, stadion sepak bola baru kemungkinan akan menggunakan generator cadangan jika terjadi pemadaman listrik.

Brasil tentu harus membuktikan diri bahwa mereka benar-benar siap menjadi tuan rumah turnamen sepakbola empat tahunan ini. Meredam aksi protes juga bukan perkara mudah. Keamanan tim peserta, penggemar sepakbola dari seluruh dunia, maupun jurnalis yang meliput menjadi tugas bagi pemerintah Brasil sebagai bentuk tanggung jawab sebagai tuan rumah.(Viva)