Kepala Daerah Rugi Kalau Tak Manfaatkan Medsos

Sabtu, 16 Agustus 2014 10:25
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Jejaring sosial kini bukan lagi sesuatu yang asing di Indonesia, khususnya Riau. Hampir seluruh orang mengenal akses media sosial populer, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dan lain sebagainya.

Hal tersebut juga sempat digemari berbagai kepala daerah, saat memperebutkan kursi dalam pemilihan umum, baik yang di kabupaten maupun menuju Riau satu. Namun setelah terpilih, kebanyakan akun yang ada di medsos ditinggalkan begitu saja.

Kondisi ini sangat disayangkan pengamat media sosial, Firdaus El Hadi M Sc. Saat berbincang kepada bertuahpos.com, Sabtu (16/08/2014), Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau ini menganggap kepala daerah yang mengabaikan media sosial malah merugi.

 
“Harusnya seorang kepala daerah dapat memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi dengan rakyatnya,” ujarnya.

Dirinya memaparkan dengan kondisi masyarakat khususnya Riau maupun kabupaten lainnya yang mulai melek teknologi, medsos bisa menguntungkannya sebagai pemimpin daerah. Sebab  mereka tak perlu memiliki media massa untuk menyapa rakyatnya.

Baca: Pelantikan Pangkat Purba, Anak Istri Serta Keluarga Turut Hadir

Firdaus mencontohkan tidak sedikit pemimpin di Indonesia yang rajin menggunakan media sosial. “Seperti Ridwan Kamil Walikota Bandung. Dia rajin menyapa warganya melalui media sosial dan rajin menanggapi keluhan warganya. Ya jadi lebih dekat,” sebutnya.

Terlebih lagi dalam mensosialisasikan suatu kebijakan, bakal bisa lebih cepat da bakal langsung ditanggapi. Sebab pemimpin yang berkomunikasi lewat medsos tidak lagi satu arah, mereka bisa mendengar langsung tanggapan dari masyarakatnya.

 
“Efeknya lumayan cepat. Karena apabila melalui jalur biasa tentunya akan membutuhkan jalur birokrasi yang lama dan berbelit belit media sosial dapat memutus jalur birokrasi tadi dan mempercepat komunikasi ke atas,” jelasnya.

Namun dirinya menyebutkan dengan membuka akses medsos secara lagsung, tentunya kepala daerah bakal dihujani anyak kritikan. Namun Firdaus menganggap hal tersebut malah bagus. “Kritik menjadi cermin bagi pemimpin untuk memperbaiki kebijakannya dengan sering mendengar kritik, pemimpin akan lebih baik dan dicintai rakyatnya,” tutupnya. (riki)