• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Inilah Kejanggalan di Balik Rencana Pengesahan RTRW Riau

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 Agustus 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Penetapan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) di Riau punya polemik panjang. Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mencatat beberpa kejanggalan dalam upaya penyelesaian RTRW Riau.

Bentuk kejanggalan itu bisa dilihat dari wacana awal Tim Pansus DPRD Riau menginginkan pemutihan lahan seluas 497 ribu hektare lahan, seharunya ini sudah mengakomodir pemutihan 142 desa yang sebelumnya direncanakan untuk dikeluarkan dari kawasan hutan. 

“Tapi setelah kami menangkap analisis dari Kementerian LHK tidak seperti itu. Pemutihan 497 ribu hektare dan 142 desa itu, masing-masing berbeda. Padahal hanya 0,55% saja kawasan pemukiman. Artinya ada lahan berlebih jika diukur dari jumlah lahan yang diusulkan. Lahan berlebih itu apa?” kata Staf Advokasi dan Kampanye Jikalahari, Okto Yugo Setiyo, Jumat (4/8/2017). 

Selain itu Jikalahari juga merilis data, selain pemukiman yang hanya 0,55%, luas perkebunan sawit hanya 37%, 43% di antaranya kebun campuran dan 8,32% adalah lahan terbuka dan sawah. 

“Sedikit agak sulit kami terima kalau 142 desa itu murni kawasan penduduk. Karena sebenarnya lebih sedikit dari jumlah itu. Artinya sisa lahannya apa?,” tambahnya. 

Baca: Rawan Korupsi, DPRD Riau Dituding Tidak Transparan dalam Pembahasan Ranperda RTRW

Kejanggalan kedua, menurut Okto, tidak disahkannya RTRW dianggap sebagai faktor penghambat pelaksanaan proyek strategis nasional. Alasan ini juga dianggap keliru, sebab sejak awal Mentri LHK menyebutkan, bahwa proyek strategis nasional itu bisa dilaksanakan dengan cara pinjam pakai. 

“Ini memang persoalan yang rumit. Kami mencatat ada polemik panjang dalam penetapan RTRW ini. Memang sejak dulu sekali, tidak pernah melibatkan partisipasi publik dalam pembahasan rencana RTRW tersebut. Ini juga menjadi sesuatu yang mengganjal, sehingga terkesan tidak adanya transparansi dari DPRD Riau sendiri,” tambahnya.

Jikalahari mendesak DPRD Riau agar hentikan pembahasan Ranperda RTRW Riau, sebab jika tidak juga mencatat ada beberapa persoalan akan muncul dan dengan sendirinya akan mengkriminalisasi masyarakat yang terlibat dalam masalah ini. 

Persoalan pertama, kata Koordinator Jikalahari, Woro Supartinah, akan ada pidana bagi masyarakat adat tempatan. Dengan kata lain DPRD sama saja mengkriminalisasi mereka. 

Kedua, pembahasan Ranperda RTRW itu tidak transparan dan mengabaikan publik. Sebab hampir tidak pernah melibatkan masyarakat terdampak terhadap masalah itu. 

Dia menambahkan, kasus Anas Maamun, Gulat Medali Emas Manurung dan Edison Marudut bukti proses pembahasan RTRW tidak transparan karena perilaku korupsi. 

Ketiga, Jikalahari melihat Ranperda RTRW Riau yang jadi projek DPRD itu, tidak mengakomodir Perhutanan Sosial atau Tanah Objek Reformasi Agraria.

“Seharusnya draf itu bisa mengakomodir kebijakan pada tujuan pemerataan ekonomi untuk meminimalisir ketimpangan sosial,” tambahnya. 

Selanjutnya, draf RTRW itu dianggap tidak mengakomodir perubahan fungsi pengelolaan hutan serta penetapan kawasan lindung dan pengelolaan wilayah pesisir. Termasuk pulau-pulau kecil. 

“Selain itu kami juga merekomendasikan beberapa poin penting lainnya, di antaranya, Gubri harus melibatkan masyarakat adat dan tempatan dalam penyusunan draf itu,” tambahnya. (bpc3)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI
Finance

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

...

Read moreDetails
Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Next Post

Hari Puisi Indonesia 2017 Digelar di Siak

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.