Disperindag Pekanbaru Tingkatkan Operasi Produk Kadaluarsa

Sabtu, 13 Juli 2013 17:49
Disperindag Pekanbaru Tingkatkan Operasi Produk Kadaluarsa

 

BERTUAHPOS.COM – (PEKANBARU) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Pekanbaru akan meningkatkan operasi produk kadaluarsa dan mengandung zat berbahaya selama puasa atau menyambut hari raya Idul Fitri 1434 Hijriah.

Advertisement

Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) El Sabrina, ketika di temui usai hearing bersama komisi II di DPRD Pekanbaru, ia mengatakan, meningkatnya kebutuhan masyarakat selama puasa sudah pasti menjadi peluang besar bagi pedagang untuk meraih keuntungan dengan memasok barang sebanyak-banyaknya.

“Tingginya permintaan berbagai barang kebutuhan, terutama makanan juga tidak jarang dijadikan kesempatan bagi penjahat ekonomi dengan mengahalalkan segala cara, seperti memasarkan produk kadaluarsa dan menggunkan zat berbahaya,” ungkapnya.

Baca: Koteka dan Kalung Gigi Buaya dari Papua Pukau Pengunjung Charity Pekanbaru

Dirinya menegaskan, untuk mengantisipasi peredaran produk kadaluarsa dan zat berbahaya, bekerjasama dengan instansi terkait, seperti Balai POM, aparat kepolisian dan lainnya pusat perbelanjaan akan menjadi sasaran operasi.

“Operasi pencegahan produk kadaluarsa dan zat berbahaya tidak hanya di pasar moderen namun juga akan dilakukan hingga ke pinggiran kota, termasuk pasar-pasar tradisional atau pasar tumpah,” ungkap El

Di tambahkan El Sabrina Pemeriksaan produk kebutuhan masyarakat, secara intensif juga dilakukan di pintu-pintu masuk arus barang seperti di pelabuhan dan terminal angkutan barang.

Sebelumnya ketua komisi II DPRD Pekanbaru, Ir. Nofrizal Mm, mengatakan, kota Pekanbaru rawan masuknya barang impor melalui beberapa pelabuhan yang ada di pinggiran Sungai Siak.

Masuknya barang impor kebutuhan masyarakat seperti minuman dan makanan tersebut rawan mengandung zat berbahaya, seperti formalin, borax dan lainnya.

Disperindag dan berbagai instansi terkait perlu meningkatkan operasi produk kadaluarsa dan mengandung zat berbahaya, yang disinyalir masih banyak beredar.

“Kita juga akan terus meningkatkan pemantauan ke lapangan, bila menemukan produk kadaluarsa dan mengandung zat berbahaya,” kata Nofrizal. (sarwan)