• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Raeesa Raup Keuntungan 50 Persen dari Modal

Tim Redaksi by Tim Redaksi
11 September 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, INHU – Dodol Kedondong Raeesa, salah satu home industri yang berada di jalan Rumah Tingkat no 03, Kota Rengat. Dodol kedondong Raeesa sudah berdiri sejak 15 tahun yang lalu ini merupakan resep turun temurun.

“Alhamdullillah sudah 15 tahun lah sudah ada, dan saat ini penjualan kita sudah sampai juga ke luar Rengat, tapi kalau memenuhi kebutuhan rengat itu agak kewalahan, karena permintaan banyak,” ujar Alan kepada bertuahpos.com, Kamis, (11/9/2014).

Alan menjelaskan bahwa saat ini pembuatan dodol kedondong masih dengan cara tradisional. Namun ia berencana untuk pengunaan alat untuk meningkatkan produksi dodol kedondong.

“Yang namanya home industri sekarang ini masih dikerjakan oleh manual dan belum modern, ke depannya bisa menggunakan alat dan bisa menambah produksi dan bisa dikirim keluar. Sekarang ini saja dalam wilayah rengat saja kita kewalahan, belum lagi kalau kayak ada yang pesan buat acara Porprov dan kita pasti lembur,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan Alan, untuk satu kali produksi menghasilkan 100 kotak dodol kedondong dengan menghabiskan sebanyak 1,5 karung kedondong.

“Kita memang tidak setiap hari kita berproduksi. Karena mengupas dan merebus kedondong saja sudah makan waktu satu hari. Belum lagi memasak. dodolnya yang memakan waktu 1 hari juga,” terangnya.

Selain dodol kedondong, Alan sendiri juga membuat dodol tomat dan dodol cempedak. Namun untuk dodol cempedak sudah tidak diproduksi dikarenakan kurang tahan lama sedangkan untuk dodol kedondong ini bisa tahan sampai 3 bulan.

“Untuk sekarang kita coba buat inofasi baru dengan menciptakan dodol dari bahan lain, memang kedepannya ada tapi sekarang ini masih belumlah. Untuk tomat saat ini masih mahal, kalau sudah ada harganya yang turun, kita akan produksi lagi,” kata Alan.

Untuk harga dodol kedondong sendiri di patok harga Rp 17.000/kotaknya. Namun, jika dijual di bandara maupun minimarket dijual mencapai Rp 20000/kotak karena harga tersebut berdasarkan pemilik toko.

Ketika ditanyai mengenai kendala dalam memasarkan dodol kedondong, Alan mengatakan tidak ada kendala yang berarti karena masih bisa diatasi bersama. Saat ini yang ingin dicapai Alan adalah pembelian mesin untuk bisa meningkatkan produksi.

“Permasalahan tidak ada dan dodol kita Alhamdulillah sudah dikenal, cuma kedepannya kita akan butuh mesin. Kalau yang biasa sekali produksi 1 kali masak, adanya mesin bisa menjadi 2-3 masak dan bisa kita produksi keluar inhu, karena kalau manual ini kadang kita masih kewalahan,” jelasnya lagi.

Untuk keuntungan yang dihasilkan dari penjualan dodol adalah 50:50. Sebanyak 50 persen dari penjualan yang sudah terjual itu sudah disisihkan, sedangkan 50 lainnya untuk kebutuhan lainnya.

“Kita disini juga menggaji empat anggota dengan gaji 200 ribu/harinya dan tidak digaji perbulan, karena produksi kita kan tidak setiap hari.

Untuk mendapatkan kedondong dirinya tidak begitu sulit karena sudah mempunyai kebun sendiri sebanyak 24 batang. “Kedondong sendiri disini tidak susah didapatkan, kadang petani ada yang menawarkan dan kita beli.” (iqbal)
 

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Raih WTN, Pekanbaru Tetap Harus Intropeksi Diri

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.