• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 28 Maret: Pembajakan Pesawat Garuda Woyla

Romi J. by Romi J.
28 Maret 2020
126
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Sesaat setelah pesawat Garuda GA 206 transit di Palembang dengan tujuan Medan, seorang pria mendobrak kokpit dan langsung menodongkan senjatanya, Sabtu 8 Maret 1981.

Para pembajak kemudian memerintahkan Kapten Pilot Herman Rante untuk menerbangkan pesawat ke Kolombo, Srilanka. Namun, karena bahan bakar tidak cukup, maka pesawat diterbangkan ke Penang, Malaysia. Tak lama, pesawat kembali diterbangkan ke Bandara Dong Muang, Bangkok, Thailand.

Para pembajak yang berjumlah lima orang kemudian diidentifikasi berasal dari kelompok Komando Jihad. Pemimpinnya adalah Mahrizal, dan anggota lainnya adalah Zulfikar T Djohan Mirza, Sofyan Effendy, Mulyono, dan Wendy Mohammad Zein.

Para pembajak menuntut agar 80 orang amggota Komando Jihad yang ditangkap karena beberapa kasus segera dibebaskan. Mereka juga menuntut uang sebanyak 1,5 juta Dollar Amerika.

Pemerintah Indonesia memutuskan melakukan operasi militer untuk membebaskan Garuda Woyla. Setelah mendapatkan izin dari Pemerintah Thailand untuk melakukan aksi militer, Indonesia segera mengirimkan pasukan khususnya ke Bangkok.

Tanggal 31 Maret 1981, Pukul 02.45 waktu Bangkok, pasukan khusus dari Kopasandha (sekarang Kopassus) menyerbu kabin pesawat. Lima orang pembajak berhasil dilumpuhkan. Namun, Kapten Pilot Herman Rante tertembak, begitu juga dengan seorang pasukan khusus bernama Ahmad Kirang. Keduanya meninggal beberapa hari kemudian.

Namun, seluruh penumpang yang menjadi sandera selamat. Keberhasilan membebaskan pembajakan Garuda Woyla ini kemudian membuat Indonesia mendapatkan pujian dunia internasional. (bpc2)

Tags: bangkokGarudaKopassuswoyla
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Operasi Mapenduma di Papua, Nama Prabowo Melejit

...

Read moreDetails

Bukan Ban Kapten Pelangi, Tapi yang Ada Lambang Garuda

Catatan Sejarah 26 September: Kecelakaan Pesawat Terburuk di Indonesia, Jatuhnya Garuda 152

Catatan Sejarah 28 Mei: Pesawat Garuda Jatuh di India

Kisah Hidup Idjon Janbi, Bapak Pendiri Kopassus

Kopassus

Catatan Sejarah 16 April: Berdirinya Kopassus

Next Post

Tanpa Sanak Saudara, Foto 3 Anak Kecil di Samping Jenazah Ibunya Ini Bikin Sedih

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.