• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Jokowi Harusnya Ambil Tindakan Soal Kisruh Ngabalin dan Busyro Muqoddas

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 Mei 2021
Ikhlas, susilo bambang yudhoyono

Ali Muchtar Ngabalin. (Foto: Net)

106
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kisruh antara Ngabalin dengan Busyro Muqoddas sudah seharusnya membuat Presiden Joko Widodo [Jokowi] ambil tindakan. Jokowi pun dinilai perlu menertibkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) lantaran Ngabalin sering mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.

Pernyataan Ngabalin yang menyebut Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas berotak sungsang mencuri perhatian publik. Ngabalin sebagai perwakilan dari pemerintah dianggap tak selayaknya melontarkan pernyataan seperti itu, saat menanggapi kritikan dari Busyro terhadap Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya kira, kritik biasanya dikemukakan karena ada yang tak beres. Atau ada kekhawatiran yang mengarah kepada ketidakberesan,” ujar Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia), Jeirry Sumampow kepada SINDOnews, dikutip Sabtu, 15 Mei 2021.

Karena itu, bagi Jeirry, kritik harus direnungkan dan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan jika ada yang kurang atau keliru. 

“Dan jika mau direspon, harus dengan argumen yang menjelaskan tentang substansi kritik dimaksud. Bukan dengan menyerang personal orang yang melakukan kritik,” jelasnya.

Jeirry melanjutkan kritik itu biasa dalam sebuah negara demokrasi. Kata dia, kritik malah merupakan sesuatu yang esensial dalam demokrasi. 

“Demokrasi tanpa kritik apalagi jika itu diharamkan dan dibungkam akan menjelma menjadi otoritarianisme,” katanya.

Sebab, kata dia, otoritarianisme melarang protes dan kritik. Dia berpendapat bahwa narasi otoritarianisme harus satu arah dan mutlak, tak ada pendapat lain, juga tak ada dialog. 

Dia melanjutkan di negara ini, kritik juga sah dan dijamin konstitusi sebagai bagian dari hak untuk mengemukakan pendapat secara bebas.

“Karena itu, respons terhadap kritik pun harus elegan dan berhikmat. Merespons kritik dengan menyerang personal bukan tindakan yang baik dan bijaksana. Itu perilaku yang minim etika dan tak terpuji. Apalagi jika itu dilakukan oleh seorang pejabat negara pembantu Presiden,” terangnya.

Lebih lanjut dia menuturkan respons yang menyerang personal secara tak langsung menunjukkan kepanikan negara. Jadi, kata dia, bukan sekadar kepanikan pejabat yang bersangkutan.

“Karena itu, Presiden harus melakukan tindakan nyata. Tak boleh dibiarkan. Agar ada efek jera. Paling tidak agar pejabat bersangkutan tahu bahwa suaranya adalah suara Presiden, juga suara negara, bukan suaranya sendiri. Sehingga harus lebih hati-hati dan yang penting tak diulangi di kemudian hari,” tutupnya. (bpc2)

Tags: busyroJokowikisruhkritikKSPngabalinpemerintah
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Agar Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG untuk 2027 Perlu Dipangkas
Ekonomi

Agar Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG untuk 2027 Perlu Dipangkas

...

Read moreDetails
Pemprov dan Pemko Pekanbaru Kompak Tangani Banjir Depan Awal Bros

Pemprov dan Pemko Pekanbaru Kompak Tangani Banjir Depan Awal Bros

Amien Rais Soroti Lagi Polemik Ijazah Palsu Jokowi: Sudah Banyak Makan Korban

Amien Rais Soroti Lagi Polemik Ijazah Palsu Jokowi: Sudah Banyak Makan Korban

Wagub Riau Luruskan Isu Defisit Rp2,2 Triliun: Faktanya Hanya Rp132 Miliar

Sri Mulyani Naikkan PPN di Injury Time, Solusi atau Tantangan Baru Bagi Ekonomi Nasional?

Sri Mulyani Naikkan PPN di Injury Time, Solusi atau Tantangan Baru Bagi Ekonomi Nasional?

Ilustrasi: Canva / Melba

OCCRP Rilis Tokoh Dunia Paling Korup, Termasuk Joko Widodo

Next Post

BMKG: Ada 22 Gempa Susulan di Nias

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.