• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Husni Thamrin dan Perjuangan Melawan Poenale Sanctie yang Merugikan Buruh

Romi J. by Romi J.
16 Februari 2021
165
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Mohammad Husni Thamrin adalah seorang tokoh Betawi yang memperjuangkan kehidupan rakyatnya melalui Volksraad (dewan rakyat).

Tahun 1927, Husni Thamrin bergabung di Volksraad. Di dewan rakyat bentukan Belanda ini, Husni Thamrin kerap mengkritik kebijakan kolonial.

Salah satu yang diperjuangkan Husni Thamrin adalah penghapusan Poenale Sanctie, sebuah Undang-Undang (UU) mengenai kuli yang muncul pada tahun 1880, dan kemudian diperbaharui pada 1889.

Poenale Sanctie ini berisikan wewenang kepada perusahaan perkebunan untuk memberikan hukuman kepada buruh atau kuli yang melanggar kontrak, atau dianggap malas bekerja. Perusahaan perkebunan bisa menghukum buruh atau kuli tersebut tanpa proses pengadilan.

Salah satu kisah kekejaman pemberlakukan Poenale Sanctie ini tertuang dalam laporan pengacara Belanda berjudul Millioenen uit Deli (tahun 1902).

Dalam laporan ini, gadis-gadis buruh Jawa dihukum disalib telanjang dan dijemur di bawah sinar matahari selama berjam-jam. Untuk mencegah para gadis ini pingsan, di kemaluannya dibubuhi gilingan cabai.

Untuk melihat lebih dekat, Husnu Thamrin turun ke perkebunan tembakau di Deli, dan pertambangan batubara di Sawahlunto.

Hasil kunjungan ini dilaporkan Husni Thamrin ke Volksraad pada 27 Januari 1930. Hasilnya, muncul tekanan kepada pemerintah kolonial, bahkan di luar negeri. Hal ini juga yang membuat pemerintah kolonial mencabut Poenale Sanctie pada tahun 1931 karena takut tembakaunya tak laku di pasar tradisional. (bpc4)

Tags: BelandaburuhHusni Thamrinkulipoenale sanctie
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

MK Kabulkan Sebagian Gugatan Buruh soal UU Cipta Kerja, Mekanisme PHK Diperketat
Nasional

MK Kabulkan Sebagian Gugatan Buruh soal UU Cipta Kerja, Mekanisme PHK Diperketat

...

Read moreDetails
perusahaan kontraktor abaikan hak pekerja

Pemprov Riau Soroti Banyaknya Perusahaan Kontraktor Abaikan Hak-hak Pekerja

KSBSI Demo Kantor Disnakertrans Riau, Apa yang Mereka Tuntut?

Delano Diego Heijden, Pemain Feyenoord yang Bakal Dinaturalisasi

Kutang

Asal Usul Nama Kutang di Indonesia

batubara indonesia, batubara eropa

Kehilangan Gas Rusia, Negara di Eropa Mau Tak Mau Lirik Batubara

Next Post
sosialisasi penerapan protokol kesehatan, Syamsuar keluar dari Rumah Sakit, dampak karhutla

Mana yang Lebih Parah, Dampak Covid-19 Atau Karhutla?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.