• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

MK Hanya Punya 2 Pilihan, Menolak atau Melegalkan UU Cipta Kerja, Publik ‘Menunggu Kejujuran’

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 Oktober 2020
UU Cipta Kerja

Gedung Mahkamah Konstitusi. (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Rencanya, UU Cipta Kerja akan digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Diketahui ada empat dari tujuh organisasi buruh layangkan judicial review ke MK. Diketahui dua lainnya lebih dulu melakukan gugatan.

Peneliti politik dari lembaga Political and Public Policy Studies Jerry Massie mengatakan dalam situasi ini MK dihadapkan pada dua pilihan ‘berat’. Menolak atau melegalkan Undang-Undang itu.

Dalam situasi ini, publik sedang ‘menunggu kejujuran’ MK. Publik punya harapan besar dari sisi bagaimana lembaga ini bersikap di tengah gejolak masyarakat, dan kepentingan politis pemerintah.

“Saya sarankan sebelum memutuskan berdoa dulu sesuai keyakinan masing-masing. Ini jawaban politis, hukum dan sosial. Jangan sampai ada tekanan politis. Kini semua tergantung keputusan MK,” kata Jerry seperti dikutip dari Suara.com, Jumat, 16 Oktober 2020.

Jerry adalah alumnus American Global University. Dalam penilaiannya, tindakan judicial review UU Cipta Kerja tidak hanya sebatas menguji UU itu secara konstitusional melainkan ada pertaruhan ‘moral dan hati nurani’. 

“UU ini telah ditolak banyak elemen masyarakat dan bisa bahaya bagi lingkungan hidup, kebebasan pers, nasib buruh, guru, dosen, sampai ke anti korupsi. Ini menjadi pertaruhan moral dan hati nurani bagi MK,” ujarnya.

Pemerintah secara resmi telah menyatakan pandangan mereka tentang kehadiran UU ini, yang diklaim akan memberikan banyak manfaat — mengundang banyak investor luar negeri untuk menanamkan modal di Indonesia.

Namun faktanya, kata Jerry, negara-negara di dunia sedang fokus menangani pandemi Covid-19. Jadi. Kondisi ini mustahil bagi mereka untuk ngotot berinvestasi di luar negeri di tengah angka kasus Covid-19 di Indonesia sangat tinggi.

Jerry menyarankan MK benar-benar membaca dengan teliti UU ‘sapu jagat’ itu. Indonesia tergolong negara paling cepat di dunia menggabungkan 70 UU jadi satu. “Anehnya drafnya disuruh baca DPR, tapi tak tersedia. Belum lagi 5 versi draf. Awalnya saja mereka tak transparan bagaimana kalau sudah ditandatangani presiden,” katanya.

Dia mengungkapkan, keputusan final memang ada di MK. Posisi ini akan jadi hal yang sulit dan keberpihakan institusi itu sedang diuji. Harapan publik, sebutnya, jelas agar hakim MK harus imparsial, melihat dalam perspektif keadilan dan kebaikan bangsa.

“Kalau saya ragu MK itu tiga orang dipilih DPR, tiga dipilih presiden, dan tiga oleh MA. Barangkali skor bisa 6-3 atau 7-2. Bakal kalah gugatan ini,” kata dia.

Tetapi kalau hakim konstitusi jujur dalam memberikan keputusan — UU Cipta Kerja, potensi kemenangan kaum buruh besar.. “Tapi kita tunggu saja, hati nurani yang menang atau politis,” katanya. (bpc2)

Tags: gugatjudicial reviewMKUu Cipta kerjaUU Ciptaker
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Hari Buruh, Penolakan Terhadap Omnibus Law Tetap Jadi Pilihan Utama Kaum Buruh
Nasional

Hari Buruh, Penolakan Terhadap Omnibus Law Tetap Jadi Pilihan Utama Kaum Buruh

...

Read moreDetails

WALHI Riau Publikasikan Investigasi Pasal di UU Cipta Kerja: Korbankan Kawasan Hutan, Praktik Buruk Korporasi Sawit pun Melenggang

hak aborsi as

MA Hapus Hak Aborsi di AS, Joe Biden ‘Murka’

DMO dan DPO

Riau Harap PAD Sawit dari UU HKPD & UU Cipta Kerja

Gatot Nurmantyo Dapat Dukungan Baru, DPD Ikut Ajukan Judicial Review Presidential Threshold  ke MK

PKS Kembali Layangkan Kritik ke MK Soal UU Cipta Kerja

Next Post

Hati-hati Berinvestasi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.