• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Direktur Eksekutif MDI: Polarisasi Politik Bikin Demokrasi Terkonsolidasi Sulit Terwujud

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
8 Agustus 2020
Milenial Demokrasi Institute

Direktur Eksekutif MDI Romaito Azhar saat penyerangan kenang-kenangan kepada Kapolda Riau Injen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Direktur Eksekutif Milenial Demokrasi Institute (MDI) Romaito Azhar menilai proses transisi demokrasi di Indonesia jalan di tempat.

“Salah satu pemicunya yaitu tajamnya polarisasi antara 2 kubu pendukung calon presiden pada Pilpres 2019 lalu,” katanya, Sabtu, 08 Agustus 2020 di Pekanbaru.

Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) mengangkat tema; Memperkokoh Demokrasi: Pemuda Penjaga Demokrasi, Azhar menilai situasi makin diperparah dengan sebaran berita hoaks. Hal itu justru terjadi antara kedua kelompok, bahkan menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia pasca-pemilu.

Polarisasi politik telah membuat rakyat tidak lagi bersatu dalam memilih pemimpin dan jalannya demokrasi tak lagi sesuai dengan kaidah-kaidah berlaku.

“Polarisasi politik menyebabkan masyarakat Indonesia terbelah menjadi dua kubu, maka perlu kedewasaan masyarakat dan pemudanya dalam mengatasi polarisasi politik demi terjaganya perdamaian dan keamanan,” kata Azhar.

Lebih lanjut Azhar memaparkan, pertikaian politik ideologi antara Amerika dan China bisa berdampak buruk terhadap Indonesia jika tidak ada upaya antisipasi. Terlebih belakangan ini munculnya gerakan Black Lives Matter di Amerika, menentang diskriminasi terhadap kelompok minoritas. 

Jika polarisasi di Indonesia dibiarkan, Azhar khawatir munculnya ancaman terhadap keamanan dan akan sulit terwujudnya demokrasi yang terkonsiliasi. Selain itu, gerakan eksrimisme juga menjadi ancaman terhadap stabilitas keamanan negara.

Untuk itu, pemuda harus berperan dalam mengatasi problematika politik dan demokrasi dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai solusi. Ini menjadi krusial terlebih dalam menghadapi Piljada serentak pada September 2020 mendatang. 

“Untuk pemuda dan masyarakat sipil perlu mengubah perilaku memilih menjadi lebih rasional yaitu memilih berdasarkan apa misi kandidat kepala daerah itu dan prestasinya, bukan berdasarkan kekerabatan semata,” katanya.

Wasekjen PB HMI bidang Hubungan Internasional ini juga menekankan, bahwa Milenial Demokrasi Institute adalah lembaga yang bergerak mendukung demokrasi sebagai solusi atas problema demokrasi. 

“Saatnya pemuda di Riau mengambil peran dalam gerakan mempertahankan identitas Pancasila melaui demokrasi sebagai asas negara,” ujar Azhar. 

Perlu Masuk ke Sistem

Sementara itu, anggota DPD RI Edwin Pratama Putra mengajak pemuda berani berpartisipasi dalam pemilihan umum. Menurutnya kontestasi politik saat ini masih didominasi generasi tua.

“Kita harus masuk ke sistem dan mengubahnya. Kita harus bis jadi sparing partene orang-orang di dalamnya,” kata Edwin.

Untuk diketahui, grub diskusi ini juga dihadiri oleh Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, anggota DPD RI Edwin Pratama Putra, dan Kadispora Riau Bobby Rachmat, di Hotel Premiere Pekanbaru, pada Jumat, 07 Agustus 2020 lalu. (bpc2)

Tags: MDIPilkada SerentakPolitikpolitik milenial
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran
Nasional

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

...

Read moreDetails
Keluar dari PKS, Narji Gabung ke PSI

Keluar dari PKS, Narji Gabung ke PSI

Warga Venezuela Desak Presiden Sementara Delcy Rodríguez Mundur Pascagempa

Warga Venezuela Desak Presiden Sementara Delcy Rodríguez Mundur Pascagempa

Soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Buni Yani Ungkap Tanda-Tanda Kepanikan Sang Mantan

Safari Politik Jokowi Dinilai Berpotensi Menambah Tekanan terhadap Ekonomi Nasional

Hendry Munief Serap Aspirasi UMKM dan Ekraf Riau

Hendry Munief Serap Aspirasi UMKM dan Ekraf Riau

Pemilu di Korea Selatan Ricuh, Ribuan Warga Demo Tuntut Pemungutan Suara Ulang Pascasurat Suara Kurang

Pemilu di Korea Selatan Ricuh, Ribuan Warga Demo Tuntut Pemungutan Suara Ulang Pascasurat Suara Kurang

Next Post
Selat Malaka

Malaysia Warning Riau Soal Aktivitas Nelayan di Perbatasan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.