Riau Wacanakan PSBB Terbatas, Ini Respon BPS Terhadap Pelaksanaan Sensus

Senin, 31 Agustus 2020 12:32
Riau Wacanakan PSBB Terbatas, Ini Respon BPS Terhadap Pelaksanaan Sensus

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Misparuddin merespon terhadap rencana Pemprov Riau akan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terbatas.

Menurutnya PSBB terbatas diyakini akan menjadi kendala dalam hal pelaksanaan Sensus Penduduk pada September 2020. Namun demikian, upaya lain bisa dilakukan untuk melakukan pendataan.

Advertisement

“Setidaknya, nanti kami membutuhkan surat dari pemerintah setempat yang juga ada pemberitahuan dari RT, bahwa di kawasan atau di lokasi tersebut sedang PSBB terbatas,” ujarnya, Senin, 31 Agustus 2020 di Pekanbaru.

Misparuddin mengatakan pada prinsipnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan petugas sensus dan PBS untuk mendapatkan data di daerah yang tengah PSBB terbatas.

Baca: CUACA: Pekanbaru Bakal Terik Hari Ini

Salah satunya dengan mengambil data base yang sebelumnya ada, lalu dikonfirmasi kepada RT/RW setempat. Verifikasi data diperlukan untuk memastikan jumlah warga di satu kawasan, untuk diteruskan ke pemerintah pusat.

Pemerintah daerah berencana akan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terbatas dalam upaya menekan jumlah kasus Covid-19. PSBB terbatas ini akan menyasar kecamatan atau desa dengan status zona merah dan orange.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau Chairul Riski, saat menghadiri Kick Off Sensus Penduduk, di kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Senin, 31 Agustus 2020.

“Pelaksanaanya nanti di setiap kabupaten/kota (PSBB terbatas). Setiap lokasi yang menerapkan PSBB terbatas akan ada aparat yang akan berjasa sampai batas PSBB habis,” katanya.

Dia menambahkan, pelaksanaan PSBB terbatas merupakan salah satu upaya antisipasi dalam penyebaran Covid-19 di Riau, dimana dalam kurun waktu sebulan belakangan jumlah kasus konfirmasi corona di Riau menanjak tajam.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, terutama dalam hal kebijakan, namun persentase jumlah kasus belum bisa ditekan. 

Satu sisi pemerintah tidak bisa melakukan pembatasan dalam skala besar seperti awal-awal wabah ini ada, mengingatkan pola kehidupan normal baru sudah diberlakukan. 

“Namun disisi lain, meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Riau menandakan bahwa masalah ini belum akan berakhir dalam waktu dekat,” katanya.

Dia menyampai hal ini dalam pertemuan di BPS tersebut dengan maksud agar pihak terkait bisa mengantisipasi segala kemungkinan akan terjadi di tengah kondisi pandemi di Riau. Jangan sampai, kondisi ini menjadi penghambat tugas BPS dalam melakukan Sensus Penduduk.  (bpc2)