BERTUAHPOS — Pemprov Riau menargetkan proyek pembangunan pelabuhan ikan terintegrasi bertaraf internasional di Kabupaten Rokan Hilir di tahun depan. Fasilitas infrastruktur ini akan dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN sekitar Rp2 miliar lebih.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, Yurnalis, menyebut upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan.
“Proyeknya multiyears yang didanai DAK APBN. Seharusnya sudah bisa di tahun ini, tapi karena defisit anggaran, ya semoga tahun depan bisa jalan,” katanya saat pelantikan DPD HNSI Provinsi Riau di Pekanbaru, Jumat malam, 11 Juli 2025.
Saat ini, kata dian, Riau memiliki potensi kelautan yang sangat besar dengan garis pantai lebih dari 2,2 ribu kilometer dan luas laut sekitar 21 ribu kilometer persegi.
Dia menyebut, Pemprov Riau ingin mengembalikan kejayaan Riau di masa lalu sebagai salah satu daerah penghasil utama perikanan tangkap di Indonesia. “Ini jadi tanggung jawab kita bersama untuk mengembalikan kejayaan itu. Kuncinya ada pada pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan dan modern,” ujar Yurnalis.
Adapun proyek pelabuhan ikan terintegrasi tersebut lengkap dengan dermaga, turap, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. “Kalau rampung, pelabuhan ini akan menjadi pelabuhan ikan berkelas internasional. Bahkan bisa melampaui fasilitas di Dumai karena mengusung konsep terintegrasi,” jelas Yurnalis.
Dia menyebut, pengembangan pelabuhan ini tidak hanya penting untuk mendukung aktivitas nelayan lokal, tetapi juga untuk memperkuat daya saing sektor perikanan Riau secara nasional dan global.
Pemerintah berharap keberadaan pelabuhan ini nantinya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kualitas hasil tangkapan laut yang diolah dan dipasarkan secara profesional.***









