BERTUAHPOS — Sektor pangan non-perkebunan di Provinsi Riau menunjukkan penguatan signifikan sepanjang 2025. Produksi perikanan dan peternakan menjadi penopang penting ketahanan pangan daerah.
Hal ini disampaikan oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam forum setahun Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2025-2030 di Gedung Daerah Provinsi Riau belum lama ini.
Dia menyebut, total produksi perikanan mencapai sekitar 252 ribu ton. Angka ini berasal dari kombinasi perikanan tangkap dan budidaya di berbagai wilayah Riau.
Perikanan tangkap di laut menjadi kontributor terbesar dengan produksi sekitar 103 ribu ton. Aktivitas nelayan di wilayah pesisir masih menjadi sumber utama hasil laut.
Budidaya perikanan juga menunjukkan perkembangan pesat, terutama di kolam yang menghasilkan sekitar 89 ribu ton. Sistem budidaya air tawar semakin berkembang di wilayah daratan.
Budidaya di keramba menyumbang sekitar 13 ribu ton, sementara budidaya tambak menghasilkan sekitar 8 ribu ton. Metode jaring apung dan laut memberikan kontribusi tambahan meski relatif kecil.
Di sektor peternakan, produksi daging mencapai sekitar 90 ribu ton. Mayoritas berasal dari ayam broiler yang populasinya mencapai hampir 59 juta ekor.
Ayam kampung juga berkontribusi dengan populasi lebih dari 4,6 juta ekor dan produksi daging sekitar 3,9 ribu ton. Sementara populasi sapi sekitar 206 ribu ekor menghasilkan hampir 16 ribu ton daging.
Total populasi ternak unggas dan sapi mencapai sekitar 63,8 juta ekor pada 2025. Angka ini menunjukkan besarnya peran sektor peternakan dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat.
Di sektor tanaman pangan, produksi padi tercatat sekitar 221 ribu ton. Komoditas ini tetap menjadi sumber utama beras meski produksinya tidak sebesar sektor perkebunan.
Penguatan sektor perikanan dan peternakan dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor pangan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah.***









