Pemakaman PDP Ikuti Protokol COVID-19, dr Indra Yopi:  Mohon Kepada Keluarga dan Masyarakat Mengerti

Selasa, 07 April 2020 17:37

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 di Riau, dr Indra Yopi meminta kepada pihak keluarga dan masyarakat di Riau agar bisa memahami protokol pemakaman terhadap sejaumlah Pasien Dalam Pengawasan — PDP yang telah meminggal — sesuai protokol yang sudah ditetapkan untuk korban COVID-19.

“Kami menyadari betul apa yang dirasakan pihak keluarga, ketika ada keluarga yang meninggal tentu lebih mengutamakan emosi. Tapi perlu kami jelaskan bahwa protokol COVID-19 dalam proses pemakaman tidak lain hanya untuk mencegah penularan corona,” katanya dalam konferensi pers di Gedung Daerah Pekanbaru, Selasa, 07 April 2020.

” Jika PDP meninggal benar-benar terinfeksi, artinya protokol ini untuk menghindari keluarga yang ditinggalkan agar lebih aman dari paparan virus yang bisa saja ditularkan dari PDP yang meninggal.” 

Dia menambahkan, pasien yang meninggal dunia, berpotensi akan akan mengeluarkan cairan, sehingga dikhawatirkan pada cairan itu mengandung virus corona. Sebab itulah, terhadap siapa saja yang melakukan kontak langsung dengan jenazah akan dikhawatirkan akan terpapar.

Baca: Sumbar Perpanjang PSBB Hingga Akhir Mei 2020

Selain itu, dr Yopi menegaskan, bahwa masyarakat atau lingkungan di sekitar, hendaknya memahami kondisi dan situasi saat ini. Bahwa setiap orang yang terinfeksi COVID-19 bukanlah sebuah aib. Oleh sebab itu, tidak perlu ada gunjingan sehingga membuat keluarga yang ditinggalkan semakin tertekan kondisi psikisnya. Sikap jujur merupakan salah satu cara masyarakat untuk membantu pihak medis dalam melakukan penanganan wabah corona.

“Kami sangat mohon kesadaran pihak keluarga — ada anggota keluarganya meninggal (PDP) — untuk tidak takut berlebihan dan tidak perlu menyembunyikan. Sebab orang yang terinfeksi Corona itu bukanlah sebuah aib. Kepada masyarakat kami juga mohon kesadarannya,” sambung Yopi.

Hingga saat ini, di Riau tercatat ada tujuh PDP yang meninggal dunia. Sementara hasil swab belum keluar dari laboratorium Balitbangkes. Oleh sebab itu belum bisa diketahui secara pasti apakan pasien meninggal positif corona atau tidak. “Harapan kami, hasilnya negatif. Kalau pun positif, kami sudah melakukan prosesnya sesuai dengan protokol COVID-19,” katanya. (bpc3)