Berikut Klarifikasi Pemprov Riau Terhadap 7 Pasien PDP yang Meninggal, Apakah Akibat Corona?

Selasa, 07 April 2020 18:02

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk COVID-19 Riau, dr Indra Yopi membenarkan bahwa ada tujuh orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Riau meninggal dunia, saat menunggu hasil uji swab keluar. 

Dalam konferensi pers di Gedung Daerah Pekanbaru, Selasa 07 April 2020, disampaikannya bahwa PDP yang meninggal dunia tersebut diantaranya; perempuan berinisial BNA (25), meninggal pada tanggal 6 april 2020 di salah satu RS swasta di Pekanbaru. Lalu AS (66) tahun yang meninggal di RS Dumai pada tanggal 27 maret 2020.

Selanjutnya I (55), meninggal di RS swasta Pekanbaru pada tanggal 2 april 2020. Lalu  NEH (51) meninggal di RS Pekanbaru pada tanggal 1 april 2020. SBW (55) meninggal di RS Binakasih pada tanggal 4 april 2020.

Kemudian RA (18) meninggal di RS Tembilahan pada tanggal 5 april 2020. Dan RA (25), meninggal di Kuansing pada tanggal 5 april 2020. Dari tujuh PDP yang meninggal ini, lanjut Indra, belum diketahui pasti diagnosis atau penyebabnya. “Karena kita butuh yang namanya otopsi, sementara kita tidak melakukan hal tersebut,” katanya.

Baca: Belum Bisa Dipastikan Riwayat 4 Tenaga Medis Positif Corona di Riau, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Diantara ketujuh jenazah itu, saat meninggal, selain dengan status PDP, mereka juga memiliki riwayat penyakit bawaan. Misalnya PDP di Dumai, sewaktu masuk RS dalam keadaan struk. Pasien PDP meninggal di Tembilahan, saat ditangani rumah sakit sudah terjangkit DBD.

“Karena PDP ini harus dilakukan swab, dan saat menunggu hasilnya pasien meninggal, kita tidak mengetahui PDP tersebut negatif atau positif corona. Dan kalau hasilnya negatif berarti pasien meninggal bukan corona,” kata dr Indra Yopi.

“Tetapi jika hasil swabnya positif, berarti bisa jadi pasien meninggal gara-gara corona. Tentu ada tindakan lain yang harus kita lakukan, seperti orang-orang yang melakukan interaksi dengan pasien serumahnya harus kita lakukan swab dan lain sebagainya,” pungkasnya. (bpc3)