BERTUAHPOS — Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) — khususnya para pedagang kaki lima sektor kuliner di Kota Pekanbaru — menyatakan bahwa tahun ini menjadi tahun terburuk bagi usaha mereka. Kondisi itu paling terasa pascalebaran Idulfitri 2025.
Omzet penjualan para pedagang kaki lima ini mengalami penurunan drastis. Sulianto, seorang pedagang cilok pedas yang berjualan di Jalan Sialang Bungkuk, membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan bahwa penjualannya merosot tajam sejak hari raya berakhir.
“Biasanya saya bisa bawa pulang 300 ribu sehari. Sekarang 150 ribu aja susah,” ungkapnya kepada Bertuahpos, Senin 26 Mei 2025.
Dia bercerita, dalam beberapa hari terakhir, dirinya pernah hanya bawa pulang Rp60.000 setelah berjualan dari pagi hingga sore. Ini tentu kondisi yang memprihatinkan. Jangankan untung, menutupi biaya operasional saja masih jauh dari kata “cukup”.
Hal senada juga dirasan oleh Udin. Dia adalah pedagang bakso bakar Amara yang membuka lapak di Jalan Hangtuah Ujung. Dirinya mengakui bahwa daya beli masyarakat di Kota Bertuah menurun drastis. “Waktu harga ayam naik, saya nggak kurangi kadar ayam di adonan. Tapi tetap aja jualannya makin sepi,” ujar Udin.
Kata dia, biasanya para pelanggan rutin datang setiap sore, terutama anak-anak sekolah dan pekerja. Namun sekarang, jumlah pembeli semakin sedikit. “Kadang sehari cuma habis setengah dari stok yang saya bawa. Ini jelas memukul pendapatan saya,” tambahnya.
Penurunan omzet juga dirasakan oleh Della Puspita, pedagang dimsum di Jalan Harapan Raya. Ia mengaku bahwa tahun ini menjadi masa paling sulit dalam usaha kulinernya. “Tahun ini benar-benar tahun terburuk. Biasanya setelah lebaran ada peningkatan, sekarang malah sepi total,” keluhnya.
Della menyebutkan bahwa sebelumnya ia bisa menghabiskan belasan kotak dimsum setiap hari. Namun kini, meskipun ia sudah menurunkan sedikit harga, penjualan tetap tidak menunjukkan peningkatan yang berarti. Ia menduga bahwa masyarakat sedang berhemat setelah menghabiskan banyak uang selama Ramadan dan Lebaran.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor UMKM di Kota Pekanbaru masih sangat rentan terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat. Oleh sebab itu, perlu langkah strategis untuk mendukung agar pelaku usaha kecil tidak gulung tikar.***
— Habibie









