BERTUAHPOS — Pemerintah daerah perlu memperkuat UMKM lokal agar menjadi unggul dengan berbagai strategi mengingat sektor ini sangat strategis dalam struktur perekonomian nasional.
Menurut Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RID) BRIN, Yopi, UMKM lokal sudah saatnya menghasilkan produk berkualitas dan unggul. Selama ini, dorongan hanya fokus pada kuantitas, sehingga produk mereka tidak begitu dilirik.
Selain itu, ada banyak kendala yang menghambat sektor ini untuk tumbuh dan berkembang. Seperti minimnya pemanfaatan digital, kualitas SDM yang rendah, hingga pasar yang sangat terbatas.
Oleh sebab itu, perlu kolaborasi dengan banyak pihak. “BRIN menekankan pendekatan dua strategi,” kata Yopi.
Pertama, Pemda harus fokus pada penguatan produk unggulan UMKM di masing-masing daerah. Hal itu akan menjadi identitas ekonomi lokal serta menjadi nilai tambah berbasis potensi ekonomi wilayah.
Kedua, Pemda perlu mendorong UMKM untuk memaksimalkan teknologi digital seperti AI. Tools ini, kata Yopi, akan mempermudah UMKM untuk berinovasi dan efisiensi dalam kegiatan operasionalnya
Saat ini, lebih dari 200 pemerintah daerah telah resmi membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) atau Badan Perencanaan dan Riset Daerah (BAPPERIDA). Dari jumlah tersebut, 23 berada di tingkat provinsi dan sisanya di kabupaten/kota.
Menurut Yopi, teknologi kecerdasan buatan sangat bermanfaat untuk mendorong UMKM lokal lebih unggul. “AI bisa membantu meningkatkan efisiensi operasional, memahami perilaku konsumen, dan memperluas pasar UMKM. Ini terobosan penting bagi pertumbuhan bisnis lokal,” katanya.***









