Ini Daerah yang Diberi Izin Mudik Lokal Oleh Kemenhub, Riau Nggak Ada

Kamis, 22 April 2021 19:45
Ini Daerah yang Diberi Izin Mudik Lokal Oleh Kemenhub, Riau Nggak Ada

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Gubernur Riau Syamsuar memperbolehkan aktivitas mudik lokal pada lebaran Idul Fitri 1442 H/2021, setelah sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa kegiatan itu dilarang, sebab berlaku sama dengan mudik provinsi merujuk pada ketentuan pusat.

Sementara menurut Permenhub Nomor PM 13 Tahun 2021 memang ada daerah-daerah yang diperbolehkan untuk aktivitas mudik lokal pada lebaran nanti. Dalam aturan itu hanya 37 kota dalam 8 wilayah yang diperbolehkan pemerintah pusat untuk mudik lokal. Namun sayangnya, Riau tak termasuk di dalam wilayah aglomerasi [pengumpulan atau pemusatan dalam lokasi atau kawasan tertentu].

Advertisement

Melansir Kumparan.com, dalam Permenhub tersebut tercantum 37 kota dalam 8 wilayah aglomerasi yang boleh melakukan perjalanan, yakni: Medan, di mana daerah yang diperbolehkan mudik lokal adalah Binjai, Deli Serdang, dan Karo.

Kemudian Jabodetabek, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Lalu Bandung Raya: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Jogja Raya: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul.

Baca: Pengawasan Wilayah Perbatasan Antar Provinsi Longgar, Ini Kata Dishub Riau

BACA JUGA:  Ini Respon Syamsuar Terkait Peringatan Presiden Soal Realisasi Anggaran

Selanjutnya Demak, Ungaran, dan Purwodadi. Ada juga Solo Raya: Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen. Lalu Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Makassar, Sungguminasa, Takalar dan Maros.

Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar memberikan kembali izin mudik lokal untuk warga Riau dengan syarat kondisi fisik warga yang ingin mudik lokal dalam keadaan sehat, tanpa gejala Covid-19. “Mudik lokal bisa. Masih diperbolehkan. Tetapi kalau sakit, ya, tidak boleh,” kata Syamsuar, Rabu, 21 April 2021.

“Sama seperti tahun lalu, kan ada adik-adik dari mahasiswa, pelajar yang mau pulang ya kita cek antigen. Banyak dari pondok pesantren kita cek dulu kesehatannya, kalau sehat ya boleh, misalnya dari Pekanbaru menuju ke Kuantan Singingi,” ujarnya. (bpc2)