• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian, Riau Akan Makin Jauh dari Kemandirian Pangan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
2 Februari 2024
dampak alih fungsi lahan

Gubernur Riau Edy Natar Nasution saat panen raya di Rangsang, Kepulauan Meranti.

111
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Masyarakat di Riau dianggap masih perlu diedukasi terkait dampak alih fungsi lahan pertanian, karena hal itu masih terjadi hingga kini.

Jika dibiarkan alih fungsi lahan terjadi, bagaimana Riau bisa menjadi daerah mandiri pangan—untuk melepas ketergantungan pangan dengan daerah lain.

Sebaliknya, cita-cita kemandirian pangan akan semakin menjauh.

Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, menyampaikan pandangan ini saat ia bertemu dengan petani di Kabupaten Kepulauan Meranti pada 1 Februari 2024.

Dampak alih fungsi lahan pertanian, akan menyebabkan produktivitas pangan berkurang atau menurun. Inilah yang kini menjadi kekhawatirannya.

Pembangunan Sektor Pertanian Berdampak pada Kesejahteraan

Gubernur Riau menyoroti pentingnya pembangunan di sektor pertanian sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan.

Masyarakat diharapkan untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertanian, terutama yang memiliki potensi untuk ditanami padi dan tanaman pangan lainnya, seperti yang didorong olehnya.

Hal ini lebih penting mengingat Pemprov Riau sedang fokus dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan daerah.

“Kalau memang ada lahan yang berpotensi ditanam padi, jangan sampai kita alih fungsikan karena program kita ke depan yaitu ingin meningkatkan ketahanan pangan,” kata Edy Nasution.

Gubri menegaskan, bahwa tanah yang tidak produktif untuk pertanian padi dapat diubah menjadi lahan pertanian alternatif, seperti kebun sawit.

Seperti yang dilakukan oleh petani di Desa Topang, Kecamatan Rangsang. Upaya petani untuk menanam padi selalu gagal, hingga lahan tersebut dijadikan kebun.

“Sudah dicoba lima tahun untuk ditanamkan padi, namun tidak mampu naik atau tidak membuahkan hasil. Kalau ini masalahnya mungkin berbeda,” tambahnya.

Saat ini, Provinsi Riau hanya mampu memproduksi 25% kebutuhan pangan, sementara 75% lainnya masih bergantung pada daerah tetangga seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, Lampung, dan daerah sekitarnya.

Dia berharap berharap ke depannya, Provinsi Riau dapat memenuhi 100% kebutuhan pangan dan melepas ketergantungan dengan daerah lain.

Tujuan ini hanya bisa terwujud jika para petani di Riau mampu mempertahankan lahan dan meningkatkan hasil produksi pertanian mereka.

“Desa yang memproduksi padi dan cukup memenuhi kebutuhannya padinya, ke depan bisa diproduksi untuk desa-desa sekitar di Provinsi Riau,” sebutnya.***

Tags: pertanian
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut
Internasional

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

...

Read moreDetails
Kolaborasi antara mahasiswa agroteknologi dan teknik elektro UIN Suska Riau berhasil menciptakan smart farming berbasis internet of thing untuk apotek hidup di lokasi KKN mereka.

Mahasiswa UIN Suska Riau Berhasil Kembangkan Teknologi Smart Farming IoT untuk Apotek Hidup di Lokasi KKN

RPB Inisiasi Gerakan Tanam 100 Ribu Bibit Cabai di Agustus Ini

RPB Inisiasi Gerakan Tanam 100 Ribu Bibit Cabai di Agustus Ini

Padi Gamagora 7 Diklaim Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Lahan Tadah Hujan

Padi Gamagora 7 Diklaim Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Lahan Tadah Hujan

Tambah 18 Ribu Hektare Sawah, Riau Bidik Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Beras

Tambah 18 Ribu Hektare Sawah, Riau Bidik Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Beras

Produksi Jagung Nasional 2025 Melonjak hingga 16 Juta Ton Lebih

Produksi Jagung Nasional 2025 Melonjak hingga 16 Juta Ton Lebih, Daerah Ini Tetap Juaranya

Next Post

Gubri Tegaskan Sektor Pertanian Harus Ditingkatkan Atas Nama Kemandirian Pangan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.