• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
18 September 2026
Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut
133
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Sri Lanka berencana mengolah air asin dari laut sebagai antisipasi jika krisis air tawar akibat El Niño terus memburuk. Rencana ini muncul di tengah kekeringan terburuk dalam satu dekade yang melanda negara tersebut, dengan lebih dari 160.000 orang kini menghadapi kekurangan air minum karena sejumlah waduk utama mengering.

Pusat manajemen bencana Sri Lanka tengah mempersiapkan diri menghadapi skenario terburuk, yaitu lenyapnya pasokan air tawar. Seorang pejabat menyebut kondisi tersebut sebagai situasi tanpa jalan keluar lain selain mengandalkan air laut. “Jika sumber air mengering, tidak akan ada cara alternatif untuk mendapatkan air,” kata pejabat tersebut dikutip dari The Guardian, Jumat, 18 September 2026.

Kolombo kemudian akan terpaksa mengolah air asin dari laut jika skenario itu terjadi. Namun, mengandalkan satu-satunya pabrik desalinasi yang dimiliki negara tersebut dinilai tidak layak untuk memenuhi kebutuhan air dalam skala besar.

Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan manusia. Para pejabat terpaksa menutup area wisata Taman Nasional Yala, rumah bagi macan tutul, gajah, buaya, dan rusa tutul, sekaligus mendatangkan truk tangki air untuk mengisi kolam agar hewan-hewan di dalamnya tidak mati.

Di laguna Mullaithivu, wilayah timur laut Sri Lanka, ribuan ikan ditemukan mati akibat kekurangan air tawar. Kondisi ini menggambarkan betapa parahnya dampak minimnya curah hujan terhadap ekosistem di negara tersebut.

Krisis air di Sri Lanka merupakan dampak paling intens dari fenomena El Niño yang melanda kawasan Asia Selatan. Kurangnya curah hujan dan suhu tinggi yang berkepanjangan menjadi penyebab utama memburuknya kondisi sumber daya air di negara itu.

El Niño juga menimbulkan kerusakan di negara tetangga, India, meski dengan tingkat keparahan berbeda. Di beberapa wilayah India, kekurangan curah hujan monsun mencapai hampir 50% pada bulan September, berdampak luas pada tanaman utama seperti padi, kacang-kacangan, kapas, dan jagung.

Kekhawatiran meningkat bahwa hasil panen bisa berkurang dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi ini berpotensi menaikkan harga pangan yang sebelumnya sudah memberatkan keluarga miskin dan kelas menengah ke bawah.

Pemerintah India merespons ancaman tersebut dengan pendekatan yang sangat waspada. Menteri Pertanian India, Shivraj Singh Chouhan, menggambarkan langkah pemerintah sebagai upaya membangun “perisai pelindung bagi para petani”.

Di lebih dari 350 distrik yang rentan, pihak berwenang India meningkatkan infrastruktur konservasi dan pemanenan air. Petani juga didorong menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air dan berumur pendek, seperti kacang-kacangan dan millet, guna mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.

Tags: desalinasiel ninoindiaKekeringankrisis air Sri LankapertanianTaman Nasional Yala
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Petani sawit di Kota Dumai, Riau, sedang melansir TBS untuk dijual ke perusahaan | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.
Berita Pilihan

Ekspor Sawit Satu Pintu Mulai 2027, Industri Sawit Berpotensi Hadapi Tekanan Berlapis

...

Read moreDetails
BMKG Riau Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor Musim Hujan

BMKG Riau Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor Musim Hujan

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius-Tertinggi Sepanjang Sejarah

Harga CPO Berpotensi Menguat Pekan Ini, Simak Penjelasan Selengkapnya. Rencana Pemprov Riau Berlakukan Pajak Rp1.700 per Batang Sawit Dikritik, Disebut Diskriminatif dan Sulit Diterapkan

Faktor El Nino Angkat Harga CPO, Kontrak November Tembus RM4.978 per Ton

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Harga CPO Ditutup Variatif, Volatilitas Energi Bikin Pelaku Pasar Cenderung Berhati-hati

Kontrak CPO Berpeluang Bullish, Harga Diperkirakan Capai RM5.000

Next Post
Spesifikasi Lengkap Kawasaki Meguro K3 MY2027 Terungkap

Spesifikasi Lengkap Kawasaki Meguro K3 MY2027 Terungkap

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.