• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Produksi Jagung Nasional 2025 Melonjak hingga 16 Juta Ton Lebih, Daerah Ini Tetap Juaranya

Produksi jagung Indonesia 2025 naik 6,44% jadi 16,11 juta ton. Jawa Timur jadi produsen terbesar. Simak data BPS dan analisis ketahanan pangan terbaru.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Februari 2026
Produksi Jagung Nasional 2025 Melonjak hingga 16 Juta Ton Lebih

Jagung hasil panen | Foto: Ilustrasi.

323
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter



BERTUAHPOS – Produksi jagung nasional sepanjang tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka ini merujuk pada hasil panen jagung pipilan kering dengan kadar air 14% sepanjang Januari hingga Desember tahun lalu.

Berdasarkan data dari BPS yang dirilis awal Januari 2026, volume produksi tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,97 juta ton atau setara 6,44% dibandingkan tahun 2024.

“Pertumbuhan ini sejalan dengan perluasan area panen di berbagai wilayah Indonesia,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, sebagaimana dilihat Bertuahpos, Senin, 23 Februari 2025.

Data BPS menunjukkan luas panen jagung sepanjang 2025 menyentuh angka 2,72 juta hektare, tumbuh sekitar 6,73% secara tahunan. Peningkatan luas lahan ini menjadi faktor utama yang mengkompensasi tantangan cuaca yang sempat membayangi para petani di pertengahan tahun.

Jawa Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai lumbung jagung nasional nomor satu dengan kontribusi mencapai 4,59 juta ton. Provinsi ini mendominasi hampir 30% dari total produksi nasional berkat optimalisasi lahan di daerah Tuban, Lamongan, hingga wilayah Madura.

Menyusul di posisi kedua, Jawa Tengah mencatatkan produksi sebesar 2,42 juta ton, disusul oleh Sumatera Utara dengan capaian 1,37 juta ton.

Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan juga masuk dalam jajaran lima besar produsen utama dengan masing-masing memproduksi 1,21 juta ton dan 1,13 juta ton.

Kementerian Pertanian menyatakan bahwa keberhasilan kenaikan produksi tahun 2025 merupakan buah dari program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan bantuan benih hibrida. Selain itu, distribusi pupuk bersubsidi yang lebih terkendali membantu petani menjaga produktivitas meski terjadi anomali iklim di beberapa titik.

Sumber data dari Laporan Kinerja Tanaman Pangan 2025 juga menyoroti penggunaan teknologi mekanisasi atau alat mesin pertanian (alsintan) yang semakin masif.

Penggunaan mesin pemanen (combine harvester) terbukti efektif menekan angka kehilangan hasil (losses) saat proses pascapanen di tingkat petani.

Secara analisis, tren kenaikan ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin mendekati target swasembada jagung untuk kebutuhan industri pakan ternak.

Pertumbuhan produksi sebesar 6,44% memberikan ruang napas bagi stabilitas harga telur dan ayam di pasar domestik, mengingat jagung adalah komponen biaya utama untuk pakan ternak.

Namun, pemerintah tetap perlu mewaspadai fluktuasi harga di tingkat petani saat puncak panen raya agar insentif menanam tetap terjaga. Tantangan distribusi antar-pulau juga masih menjadi pekerjaan rumah agar pasokan dari wilayah timur seperti NTB dan Sulawesi dapat terserap maksimal oleh industri di pulau Jawa.***




 

Tags: jagungketahanan pangannasionalpertanian
Share8Tweet5Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut
Internasional

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

...

Read moreDetails
Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Kolaborasi antara mahasiswa agroteknologi dan teknik elektro UIN Suska Riau berhasil menciptakan smart farming berbasis internet of thing untuk apotek hidup di lokasi KKN mereka.

Mahasiswa UIN Suska Riau Berhasil Kembangkan Teknologi Smart Farming IoT untuk Apotek Hidup di Lokasi KKN

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Next Post
Riau Terima Tambahan 15 Ton Garam untuk Hujan Buatan

​Gempur Langit Pesisir, Riau Terima Tambahan 15 Ton Garam untuk Hujan Buatan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.