COVID-19 Riau Gelombang Kedua, Pijar Melayu: Pemerintah Mesti Waspada, Masyarakat Harus Disiplin

Selasa, 23 Juni 2020 12:45
COVID-19 Riau Gelombang Kedua, Pijar Melayu: Pemerintah Mesti Waspada, Masyarakat Harus Disiplin

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kasus positif COVID-19 di Provinsi Riau meningkat tajam pada Senin, 22 Juni 2020). Dalam sehari terjadi penambahan sebanyak 24 kasus positif yang tersebar di 7 Kab/Kota.

Sebanyak 24 pasien tersebut merupakan warga kota Pekanbaru, Dumai, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Bengkalis, Kampar dan Indragiri Hilir. Hingga hari ini sudah 166 Kasus positif corona di Riau. Hal ini membuat banyak pihak menyayangkan kenapa itu bisa terjadi. Salah satunya Lembaga Pijar Melayu.

Advertisement

Direktur Eksekutif Pijar Melayu Rocky Ramadani menyampaikan rasa prihatin atas lonjakan tajam jumlah pasien positif di Provinsi Riau. Hal ini sebenarnya bisa diminimalisir bila semua pemangku kepentingan melakukan antisipasi melalui upaya sosialisasi new normal dan pelaksanaan protokolnya yang telah dirilis Kementerian Kesehatan.

BACA JUGA:  Syamsuar: Tenaga Medis di Lab Juga Butuh Istirahat!

Di sisi lain, Rocky menghawatirkan kesalahpahaman dan ketidakpedulian masyarakat dalam mematuhi protokoler kesehatan. Padahal tiga pondasi pentingnya tidaklah sulit dilakukan melalui sering mencuci tangan, menggunakan masker serta menjaga jarak. Karenanya diperlukan kedisiplinan tinggi di tengah masyarakat agar bumi Melayu Riau tidak menjadi episentrum baru penyebaran virus Corona.

Baca: Warga di Bantaran Sungai di Riau Diminta Waspadai Potensi Banjir

Semenjak konsep new normal diterapkan, pasien positif corona terus bertambah. Kemarin kita dikagetkan dengan temuan cluster baru di salah satu Bank BUMN (BRI) di Pekanbaru. Hal ini dimulai oleh DH, karyawan BUMN perbankan yang pertama positif.

Sejak awal sudah dinyatakan hasil rapid tes nya reaktif. Dan setelah dilakukan swab massal untuk karyawan Bank BRI kembali bertambah 7 Orang yang positif pada akhir pekan lalu

BACA JUGA:  Ini Jenis Mobil Terbakar di Soekarno-Hatta

“Kenaikannya cukup signifikan dan ini perlu perhatian serius semua pihak yang berkepentingan. Perlu dicatat, fasilitas kesehatan di Riau tidak sebaik DKI Jakarta dan Jawa Timur misalnya, sehingga jika pandemi ini meluas, penanganannya bakal jauh lebih sulit,” ujar Rocky.

Kata Rocky, Pijar Melayu sebagai kelompok kajian strategis, menilai bahwa lonjakan yang begitu drastis terhadap pasien positif di Riau pascapenerapan New Normal karena minimnya sosialiasi pada masyarakat dan minimnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokoler kesehatan.

“Pijar Melayu akan melakukan kegiatan dalam waktu dekat dengan mengajak seluruh simpul sivil society baik itu pemuka adat, tokoh pemudaan, organisasi pedagang pasar, organisasi pekerja dan seluruh kelembagaan yang ada di Bumi Melayu Riau untuk urun rembuk menyikapi persoalan tersebut,” uangkapnya. (rilis)

Berita Terkini

Senin, 19 April 2021 21:31

Akan Punya Bursa Mata Uang Kripto, Ini Kata Bappebti

Mata Uang Kripto

Senin, 19 April 2021 20:30

Demokrat Tolak Jatah Menteri Jika Jokowi Jadi Reshuffle Kabinet

Sikap Demokrat Tetap Dioposisi

Senin, 19 April 2021 19:51

Sinyal dari Ustaz Yusuf Mansur, Witjaksono Akan Jadi Menteri Investasi

Klaim Calon Menteri Investasi

Senin, 19 April 2021 19:30

Bengkalis Disunting Ratusan Miliar Dana dari BRGM

BRGM, Bengkalis

Senin, 19 April 2021 18:23

Sidang Korupsi, Yan Prana Sebut Pemotongan SPPD Usulan Dona Fitria

Sidang Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:33

Sidang Korupsi Yan Prana, Lima Saksi Ngaku Keberatan SPPD Dipotong 10%

Sidang Korupsi Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:02

Pelatih Tottenham Jose Mourinho Dipecat

Tottenham menyisakan 6 laga di Liga Inggris

Senin, 19 April 2021 16:22

Kasus Positif Covid-19 di Riau Kian Meningkat, Ini Penekanan Syamsuar untuk Daerah

Beberapa Poin Penekanan Gubri dalam Penanganan Covid-19