• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

LSI: PNS Sebut Kondisi Korupsi di Indonesia Makin Memburuk

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
19 April 2021
Kondisi Korupsi Indonesia

Ilustrasi Korupsi (radar)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Pandangan para Pegawai Negeri Sipil [PNS] terhadap kondisi korupsi di Indonesia, kian memburuk. Hal ini terungkap dari hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia [LSI].

“Mayoritas para PNS beranggapan bahwa korupsi di Indonesia saat ini kian memburuk. LSI menyimpulkan hal tersebut menurut survei yang dilakukan di 34 instansi pemerintah pusat dan daerah,” Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, Minggu, 18 April 2021.

Menurut LSI Sekitar 34,6% PNS menjawab tingkat korupsi di Indonesia saat ini meningkat, sementara 33,9% menyatakan tidak ada perubahan, dan 25,4% mengatakan korupsi di Indonesia menurun.

Dijelaskan lagi, survei dilakukan terhadap 915.504 pegawai negeri sipil atau 22% dari keseluruhan jumlah PNS di Indonesia yang terpilih sebagai responden survei. Atas dasar itu, kesimpulan atau temuan yang disampaikan oleh LSI dalam survei persepsi korupsi itu mewakili 22% jumlah PNS di Indonesia.

Meskipun mayoritas PNS menyebut ada peningkatan korupsi di Indonesia, jumlahnya masih cukup rendah apabila dibandingkan dengan persepsi publik terhadap situasi korupsi di Indonesia.

Ujar Djayadi, secara umum, persepsi PNS terhadap situasi korupsi di Indonesia lebih positif dibandingkan dengan masyarakat umum maupun pelaku usaha dan pembuat opini.

Pasalnya, apabila mengacu pada hasil survei LSI terkait persepsi publik terhadap korupsi pada Desember 2020 sebanyak 56,4% dari total responden beranggapan rasuah di Indonesia meningkat. Tidak hanya itu, 58,3% pelaku usaha dan 57,6% pembuat opini, juga memiliki persepsi yang sama.

Meski demikian, dia menegaskan salah satu catatan penting pada hasil survei itu bukan hanya masyarakat umum yang beranggapan korupsi di Indonesia memburuk, “Tetapi juga para pegawai negeri sipil,” jelasnya.

Dalam survei yang sama, mayoritas responden turut beranggapan tindak pidana korupsi yang paling banyak terjadi di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah adalah penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi (26,2%), kemudian disusul oleh kerugian keuangan negara (22,8%), gratifikasi (19,9%), dan suap (14,8%).

Hasil survei LSI, para responden yang seluruhnya PNS, juga berpendapat masih ada upaya penggelapan dalam jabatan (4,9%), perbuatan curang (1,7%), pemerasan (0,2%), dan lain-lain (2,3%).

Sementara itu, terkait tempat yang dianggap paling rawan terjadinya korupsi, bagian pengadaan menempati urutan teratas dengan skor 47,2%, disusul oleh perizinan usaha 16%, keuangan 10,4%, pelayanan 9,3%, personalia 4,4%, dan lainnya 1%. 11,6% responden tidak tahu atau memilih tidak menjawab.

Survei terkait persepsi korupsi itu merupakan bagian dari penelitian mengenai “Tantangan Reformasi Birokrasi: Persepsi Korupsi, Demokrasi, dan Intoleransi di Kalangan PNS” yang digelar oleh LSI pada periode 3 Januari sampai 31 Maret 2021. (bpc2)

Tags: Korupsilembaga surveiLSIPNS
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Klaim Kuasa Hukum di Sidang Abdul Wahid, Fakta Persidangan Justru Meringankan Kliennya
Hukum Kriminal

Klaim Kuasa Hukum di Sidang Abdul Wahid, Fakta Persidangan Justru Meringankan Kliennya

...

Read moreDetails
Sidang Abdul Wahid, JPU KPK Ungkap soal DVR CCTV yang Sengaja Dihilangkan

Sidang Abdul Wahid, JPU KPK Ungkap soal DVR CCTV yang Sengaja Dihilangkan

Sidang Abdul Wahid, JPU KPK Ungkap Aliran Uang Rp7 Miliar Lewat Kepala Dinas

Sidang Abdul Wahid, JPU KPK Ungkap Aliran Uang Rp7 Miliar Lewat Kepala Dinas

Saksi Ungkap Instruksi "Matahari Satu" dalam Sidang Abdul Wahid

Puluhan Relawan Anti Korupsi Dukung KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Abdul Wahid

Korupsi Dana PI 10 Persen PHR Rp64,22 Miliar, Tiga Petinggi PT SPRH Ditahan

Korupsi Dana PI 10 Persen PHR Rp64,22 Miliar, Tiga Petinggi PT SPRH Ditahan

Bongkar Kerja Sama Ilegal PT AKT, Kejagung Didesak Seret Pejabat Pengawas Tambang Samin Tan

Bongkar Kerja Sama Ilegal PT AKT, Kejagung Didesak Seret Pejabat Pengawas Tambang Samin Tan

Next Post
bupati alfedri

Lantik Anggota Bapekam, Bupati Alfedri Harap Bisa Bersinergi Dengan Pemerintah Kampung

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.