Lama Tak Muncul, Ngabalin Sentil SBY ‘Urusan Ecek-ecek Jangan Seret Jokowi’

Kamis, 25 Februari 2021 16:32
Lama Tak Muncul, Ngabalin Sentil SBY ‘Urusan Ecek-ecek Jangan Seret Jokowi’
Ali Muchtar Ngabalin. (Foto: Net)

BERTUAHPOS.COM — Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin sentil petinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait pidatonya soal isu kudeta partai itu.

Ngabalin dikenal keras dalam melontarkan respon kepada pihak-pihak yang ‘berseberangan’ dengan pemerintah. Namun belakangan memang sudah lama tidak muncul.

Advertisement

Dalam respon pernyataan SBY, Ngabalin meminta agar Demokrat tidak menyeret nama Presiden Joko Widodo dalam isu kudeta. 

Ngabalin menegaskan Jokowi tak ikut campur masalah kudeta di tubuh Demokrat. Menurutnya, Jokowi sibuk mengabdi untuk rakyat.

Baca: Pemerintah Klaim 12,5 Juta Warga Indonesia Sudah Divaksin, Lansia Dihadapkan Berbagai Kendala

“Waktu, pikiran, dan tenaga Pak Jokowi sekarang itu dipakai untuk mengurus rakyat dalam masa pandemi. Jadi, melayani bangsa dan negara, melayani rakyat. Urusan ecek-ecek begini jangan pernah menyeret-nyeret nama presiden Jokowi,” kata Ngabalin saat seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis, 25 Februari 2021.

Menurut Ngabalin, dia heran dengan Demokrat yang sibuk dengan isu kudeta di internal partai. Dia menyebut Demokrat seperti tidak punya urusan lain yang lebih penting.

Politikus Partai Golkar itu menyarankan agar Demokrat berhenti bicara kudeta. Demokrat, lebih baik mulai merumuskan langkah yang berdampak pada kehidupan masyarakat

“Masak hari-hari cuma bicara Moeldoko, Demokrat, kudeta, AHY, SBY,” ujar Ngabalin.

“Kita malu sama rakyat kalau begitu, bolak-balik lagi, siang-sore-malam bolak-balik (membahas kudeta), aduh kasihan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merespons gerakan kudeta di tubuh Demokrat. 

Dia kembali menyindir peran KSP Moeldoko dalam gerakan tersebut. Meski begitu, ia meyakini Presiden Joko Widodo tak ikut campur.

Dalam pidato, SBY juga mengungkap partai selalu mendapat serangan saat beda sikap dengan pemerintahan Jokowi, dengan menyebut serangan itu sistematis. (bpc2)