Diplomat Indonesia: Terlampau Sulit Membenarkan Tindakan Israel Sebagai ‘Self Defence’

Rabu, 19 Mei 2021 10:38
Diplomat Indonesia: Terlampau Sulit Membenarkan Tindakan Israel Sebagai ‘Self Defence’

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Diplomat senior Indonesia, Abdul Kadir Jailani menilai terlalu sulit membenarkan tindakan Israel sebagai tindakan self defence atau membela diri.

Menurut Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu ini, melihat konflik Palestina-Israel harus dilihat dari akar permasalahannya.

Advertisement

Menurut Abdul Kadir, akar permasalahan konflik Palestina-Israel adalah penjajahan dan penerapan politik apartheid serta pengingkaran hak warga Palestina.

“Terlampau sulit u/ membenarkan tindakan Israel sbg “self – defence”. Kita harus menilainya dengan memahami “root causes” konflik Palestina – Israel. Akar persoalannya adalah penjajahan dan penerapan politik apartheid serta pengingkaran hak warga Palestina,” tulis Abdul Kadir di akun twitternya, @akjailani, Rabu 19 Mei 2021.

BACA JUGA:  Indonesia Tetap Berdiri Dibelakang Perjuangan Rakyat Palestina

Baca: Innalillah, Ustadz Maaher Meninggal Dunia di Rutan Bareskrim Polri

Warga Gaza, Palestina yang tewas akibat serang Israel terus bertambah. Data terbaru menunjukkan korban tewas kini berjumlah 217 orang, dimana 63 diantaranya adalah anak-anak.

Israel terus menyerang Gaza dari udara. 1,400 orang lainnya dilaporkan terluka akibat serangan udara Israel.

Serangan roket Hamas juga menyebabkan korban jiwa di Israel. 12 orang dilaporkan tewas, dua diantaranya disebutkan warga negara Thailand.

Warga Gaza sendiri mengatakan rumah mereka menjadi target serangan udara Israel.

“(Israel) menghancurkan rumah kami tetapi saya tidak mengerti mengapa kami menjadi sasaran,” ujar salah satu warga Gaza, Nazmi al-Dahdouh.

Sementara itu, bentrokan juga terjadi di Tepi Barat menentang serangan ke Gaza dan pengusiran warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem.

BACA JUGA:  Indonesia Harusnya Siapkan Pasukan Perdamaian untuk Palestina

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan sejak 10 Mei, total sudah 24 warga Palestina tewas di Tepi Barat. (bpc4)