Pesona Anggrek di Hutan Rawa Gambut Jambi

Minggu, 16 Agustus 2020 17:16
Pesona Anggrek di Hutan Rawa Gambut Jambi
Sarcanthus subulatus, salah satu jenis anggrek yang selamatakan GMJB dari rawa gambut Batang Damar, di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Foto: Yitno Suprapto/ Mongabay Indonesia

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Adi Ismanto, adalah pendiri Gerakan Muaro Jambi Bersakat (GMJB). Sudah 11 tahun dia berjuang menyelamatkankan taman anggrek hutan-hutan rawa gambut, di Batang Damar, Muaro Jambi.

Mongabay.co.id melaporkan, sudah 74 jenis anggrek alam diselamatkan oleh GMJB dengan ragam jenis yang bervarian. Bahkan jenis anggrek yang sangat jarang ditemukan.

Advertisement

Setelah kebakaran 2015, semangat GMJB kembali muncul pada 2017. Mereka bertekad mengumpulkan 1001 anggrek macan (Gramatophyllum speciosum) untuk kembali lepas ke alam. Anggek ini dianggap unik karena jenis terbesar dan terberat di dunia. Anggrek macan juga lebih mudah dikembangkan di luar habitat.

“Anggrek macan ini lebih tahan dibanding jenis yang lain. Kalau lagi berbungo biso tahan sampai tigo bulan,” kata Adi.

Baca: Sudah 1,2 Ribu Hektar Lebih Lahan di Riau Terbakar

merawat anggrek anggrek alam di luar habitat bukanlah hal yang gampang menurut Adi. Mereka harus merekayasa rumah-rumah untuk dijadikan tempat yang cocok tumbuh kembang anggrek.

GMJB membuat Taman Sakat Lebung Panjang. Tiga setengah hektar kebun sawit milik Adi jadi pembibitan anggrek rawa gambut sekaligus tempat wisata minat khusus.

Wisatawan yang datang ke Taman Sakat bisa mengadopsi anggrek macan dengan berdonasi Rp100.000. Mereka akan mendapatkan satu anggrek macan yang akan dirawat Komunitas GMJB.

Lebih 50-an anggek macan telah diadopsi. “Ada dari Yogyakarta, Bandung, Bali, Jakarta, dari Jambi banyak. Kalau yang sudah kita pecah (bibit) ada 500-an batang.”

Pengunjung juga bisa mendonasikan anggrek mereka untuk mendukung gerapan 1001 anggrek macan. Adi bilang, jika mencapai 1.000, anggrek-anggrek ini akan dikembalikan ke alam liar terutama hutan yang masih asri dan terlindungi. (bpc2)