• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pesona Anggrek di Hutan Rawa Gambut Jambi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 Agustus 2020
Anggrek hutan

Sarcanthus subulatus, salah satu jenis anggrek yang selamatakan GMJB dari rawa gambut Batang Damar, di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Foto: Yitno Suprapto/ Mongabay Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Adi Ismanto, adalah pendiri Gerakan Muaro Jambi Bersakat (GMJB). Sudah 11 tahun dia berjuang menyelamatkankan taman anggrek hutan-hutan rawa gambut, di Batang Damar, Muaro Jambi.

Mongabay.co.id melaporkan, sudah 74 jenis anggrek alam diselamatkan oleh GMJB dengan ragam jenis yang bervarian. Bahkan jenis anggrek yang sangat jarang ditemukan.

Setelah kebakaran 2015, semangat GMJB kembali muncul pada 2017. Mereka bertekad mengumpulkan 1001 anggrek macan (Gramatophyllum speciosum) untuk kembali lepas ke alam. Anggek ini dianggap unik karena jenis terbesar dan terberat di dunia. Anggrek macan juga lebih mudah dikembangkan di luar habitat.

“Anggrek macan ini lebih tahan dibanding jenis yang lain. Kalau lagi berbungo biso tahan sampai tigo bulan,” kata Adi.

merawat anggrek anggrek alam di luar habitat bukanlah hal yang gampang menurut Adi. Mereka harus merekayasa rumah-rumah untuk dijadikan tempat yang cocok tumbuh kembang anggrek.

GMJB membuat Taman Sakat Lebung Panjang. Tiga setengah hektar kebun sawit milik Adi jadi pembibitan anggrek rawa gambut sekaligus tempat wisata minat khusus.

Wisatawan yang datang ke Taman Sakat bisa mengadopsi anggrek macan dengan berdonasi Rp100.000. Mereka akan mendapatkan satu anggrek macan yang akan dirawat Komunitas GMJB.

Lebih 50-an anggek macan telah diadopsi. “Ada dari Yogyakarta, Bandung, Bali, Jakarta, dari Jambi banyak. Kalau yang sudah kita pecah (bibit) ada 500-an batang.”

Pengunjung juga bisa mendonasikan anggrek mereka untuk mendukung gerapan 1001 anggrek macan. Adi bilang, jika mencapai 1.000, anggrek-anggrek ini akan dikembalikan ke alam liar terutama hutan yang masih asri dan terlindungi. (bpc2)

 

Tags: Anggrekanggrek rawa ganbutcara merawat anggrekharga bunga anggrek
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

No Content Available
Next Post

Pembangunan Tol Pekanbaru-Rengat Ditargetkan Jalan Pada September Ini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.