Air Gambut Riau Hitam dan Kotor? Sekarang, Dulu Lain

Sabtu, 16 Januari 2021 16:03
Air Gambut Riau Hitam dan Kotor? Sekarang, Dulu Lain
Air gambut. (Foto: YMI)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Air gambut di Riau tampak hitam dan juga kotor.

Air gambut di Riau juga sudah banyak yang tercemar. Baik oleh kegiatan masyarakat biasa, ataupun tercemar oleh limbah industri perkebunan.

Advertisement

“Sekarang sudah tercemar. Kalau dulu, lain,” ujar Kepala Dusun II Kampung Penyengat, Siak, Anji Mardiator saat berbincang dengan bertuahpos.com beberapa waktu lalu.

Diceritakan Anji, dulunya, tanah gambut di kampungnya memiliki air yang sehat. Warnanya memang hitam, namun bukan karena kotor dan tercemar.

Baca: Tak Bisa Sembarangan, Ini Pantangan Gerakan Tari Persembahan Riau

“Dulu air di kampung kami ini sehat. Air ini kan dari gambut, air akar paling murni,” kata dia.

BACA JUGA:  Hasil Coklit, Ada 2,6 Juta Pemilih di Riau untuk Pilkada 2020

Namun, kini, air di Kampung Penyengat tak bisa lagi dikonsumsi. Pencemaran telah mengubah segalanya.

“Dengan kondisi tercemar seperti ini, tidak bisa lagi di konsumsi,” kata Anji.

Dalam pantauan bertuahpos.com, air di Kampung Penyengat di beberapa kampung disekitarnya memang tampak kehitaman.

Anji sendiri menyebutkan air tersebut memang masih tampak hitam alami, namun sebenarnya sudah tak sehat lagi.

Derajat Keasaman Tinggi

Sementara itu, periset pada Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ignatius DA Sutapa menyebutkan derajat keasaman (pH) pada air di lahan gambut itu tinggi.

PH air dari lahan gambut menurut Igantius berada di angka 2,7 hingga 4. Adapun pH yang netral adalah 7.

BACA JUGA:  Usut Dugaan Korupsi Rp41 Miliar, Kejati Riau Periksa Empat Pejabat RSUD Rengat

Selain itu, warna hitamnya ternyata mengandung senyawa organik yang bernama trihalometan. Senyawa ini bersifat karsinogenik, atau menjadi pemicu munculnya kanker.

Ignatius mengatakan, sebelum dikonsumsi, air yang berasal dari lahan harus diolah terlebih dahulu hingga layak minum. (bpc4)

Berita Terkini

Selasa, 09 Maret 2021 05:00

Catatan Sejarah 9 Maret: Kelahiran WR Soepratman?

ada satu kontroversi yang berkembang di Indonesia terkait WR Soepratman

Senin, 08 Maret 2021 22:32

Pengusaha Bioskop Merasa ‘Dianaktirikan’ Pemerintah

Pengusaha bioskop tak pernah mendapat bantuan pemerintah akibat dampak pandemi Covid-19.

Senin, 08 Maret 2021 20:35

Penyidik Serahkan Tersangka Yan Prana Jaya ke Penuntut Umum

Penyerahan tersangka dilakukan di Rutan Sialang Bungkuk.

Senin, 08 Maret 2021 20:30

Guys! Waspada Jika Ada Kutil di Kelamin Pria, Akibat Aktivitas Hubungan Badan Tinggi dan Bisa Menular

Kutil kelamin adalah benjolan di alat kelamin pria.

Senin, 08 Maret 2021 20:13

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Bengkulu Malam Ini

Gempa Bengkulu

Senin, 08 Maret 2021 19:55

Motif Sakit Hati, kantor Bupati Dibakar ASN

Pelaku tak pernah dipakai tenaganya untuk bekerja.

Senin, 08 Maret 2021 19:30

‘Hilang Arah’ Status Satgas Lahan Riau 

“Bisa ilegal, bisa juga tidak ilegal.”

Senin, 08 Maret 2021 18:39

Genjot Pembiayaan Otomotif dengan BSI Oto Special 2021

BSI Oto Special 2021 langkah agresif dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan otomotif.

Senin, 08 Maret 2021 18:30

Polda Riau Tetapkan 8 Tersangka Kasus Karhutla

Delapan tersangka ditangani oleh enam Polres di daerah masing-masing.

Senin, 08 Maret 2021 17:37

Perketat Perbatasan, India Tak Izinkan Warga Myanmar Masuk

Sejumlah personel Polisi dan TNI di kerahkan ke perbatasan.