Seberapa Penting Melatih Anak Berfikir Kritis?

Selasa, 11 Februari 2020 07:32
Adhara Perez (8 Tahun) IQ-nya lebih tinggi dari Einstein (Foto: Istimewa)

BERTUAHPOS.COM – Banyak orangtua menginginkan hal yang terbaik bagi anaknya, termasuk dalam hal pendidikan. Karenanya untuk menumbuhkan potensi anak secara utuh tidaklah mudah.

Dilansir laman Oxford Learning, saat ini orangtua belum banyak yang memahami bagaimana menumbuhkan potensi anak secara utuh, sehingga banyak orangtua yang ikut les itu karena kepanikan karena mau ujian atau ikut tetangga. Itu enggak menjawab kebutuhan anak.

Hal itu membuat potensi anak jadi tidak tumbuh. Bahkan, juga menghabiskan uang orangtua itu sendiri. Padahal yang mesti diperhatikan ialah melihat kebutuhan anak, tujuan yang perlu dicapai serta apa yang dibutuhkan dan apa yang harus ditambahkan.

Misalnya saja, karena dia punya minat sains, dia butuh klub yang berkaitan dengan sains laboratorium, eksperimen, sementara anak lain mungkin butuh keterampilan di bidang seni. Salah satu kelemahan dari sistem pendidikan selama ini adalah anak kurang dilatih dalam hal critical thinking (berpikir kritis).

Baca: 5 Kebiasaan Buruk Warga Indonesia

Padahal, ini penting untuk dikuasai oleh generasi mendatang dalam menghadapi era industry 4.0. Nantinya Critical Thinking ini juga akan berguna bagi masa depan anak untuk memecahkan masalah dalam setiap persoalan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu perlu ada pembelajaran yang membantu anak untuk memahami materi di sekolah secara umum, namun di sisi lain juga perlu bagi ada untuk memahami pola hubungan antar satu sama lain untuk membantu penalaran pada otak kiri anak (critical thinking math).

Agar anak bisa memperoleh itu maka perlu adanya buku yang sistematis dan merarik tentunya, serta alat bantu belajar lainnya untuk membuat anak senang dan semangat belajar. Tujuan akhir tentu saja memberikan keseluasaan bagi mereka untuk berfikir kritis terhadap lingkungan di sekitarnya. (bpc3)