Apa itu Makanan ‘Sampah’ atau Junk Food? Ini Penjelasannya

Senin, 14 Maret 2016 10:30

BERTUAHPOS.COM (BPC) PEKANBARU – Sampai saat ini, berbagai jenis makanan yang dikonsumsi semakin banyak jenisnya. Bahkan, jenis makanan seperti junk food atau makanan ‘sampah’, kian banyak kita temui di pasar modern maupun tradisional.

Lantas, apa itu makanan junk food atau makanan ‘sampah’? Dan baikkah bila kita mengkonsumsinya? Reni selaku ahli gizi dari Politeknik Kesehatan di Riau menjelaskan bahwa junk food itu dikenal dengan makanan sampah. “Junk food sering dikenal sebagai makanan sampah atau juga makanan olahan,” ungkapnya kepada kru Bertuahpos.com. (Baca: Makan Diselingi Minum Bisa Menyebabkan Penyakit!)

Menurut Reni, makanan yang dikonsumsi (junk food) itu banyak mengandung gula, garam, zat aditif, lemak dan lain-lain. Sementara zat gizi nya hanya sedikit. “Zat gizi nya lebih sedikit dari pada makanan yang lainnya. Namun biasanya banyak mengandung gula, garam, lemak dan banyak lainnya juga,” ujarnya. (Baca: 6 Makanan Ini Beracun Bila Dipanaskan)

Memang, banyak sebagian orang mengenal junk food itu seperti ayam kentaki atau ayam tepung saja yang diproduksi oleh restoran luar negeri atau restoran franchise.

Baca: Cek Daerah yang Bakal Diguyur Hujan Malam Ini

“Junk food tidak hanya yang kita ketahui umumnya, seperti ayam kentaki, burger atau makanan luar lainnya, tetapi yang diproduksi di dalam negeri pun juga bisa dikatakan makanan junk food,” tegasnya. (Baca: Perhatikan Makanan dan Minuman yang Dihindari Saat Haid)

Junk food dikenal juga sebagai makanan cepat saji, yang sangat mudah didapat, tanpa mengetahui baguskah itu untuk dikonsumsi. Padahal tu yang seharusnya dihindari. Karena jika sering mengonsumsinya, akan berdampak buruk bagi kesehatan.

“Sangat mudah sekali kita mendapatkan makanan junk food itu, apalagi ya sekarang lagi maraknya ayam-ayam kentaki yang kita temui, dengan berbagai macam merek yang dia punya, itu hanya makanan cepat saji. Tidak baik bila kita konsumsi terlalu sering, bahkan kalau dapat dihindari saja,” ujarnya.

Penulis: dilla