MUI: Pelaporan Soal Din Syamsuddin Keterlaluan

Selasa, 16 Februari 2021 15:34
MUI: Pelaporan Soal Din Syamsuddin Keterlaluan
Miftachul Akhyar. (tagar.com)

BERTUAHPOS.COM — Majlis Ulama Indonesia (MUI) menilai bahwa pelaporan atas kasus radikalisme yang menyeret Din Syamsuddin merupakan tindakan keterlaluan.

Pendapat ini diutarakan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 16 Februari 2021.

Advertisement

“Kiai-kiai kita, ulama-ulama kita pasti menganggap itu keterlaluan lah,” kata Mictachul.

Mengutip CNNIndonesia.com, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga menyebut bahwa tuduhan tersebut tak memiliki bukti dan klarifikasi.

Baca: Heboh Soal Yel-Yel ‘Islam Yes Kafir No’, Ini Pandangan Ustaz Felix Siauw

Maka menurutnya tak sepatutnya pelaporan itu dilakukan. Miftach juga ingin berbaik sangka atau khusnudzon terlebih dahulu kepada Din.

“Jadi kita khusnudzon, masih belum ke sana (tuduhan radikalisme),” ucapnya.

Baginya, apa yang dilakukan Din selama ini hanyalah sebatas sikap kritis dan dalam batas yang wajar. Kritik, kata dia diperlukan agar negara bisa menjadi lebih baik.

“Kan, kritik membangun itu diperlukan, jadi kalau orang tanpa kritik akhirnya melampaui batas. Kehidupan akan normal manakala ada sebuah apresiasi ada kritik, itu harus seimbang,” ujar dia.

Selain itu, Miftach menyebut bahwa Din juga memiliki sikap rendah hati. Hal itu membuktikan bahwa tuduhan alumni ITB itu tidaklah benar.

“Dia itu punya tawaduk, punya sikap rendah hati, itu yang saya tahu,” kata dia.

Sejumlah alumni Institusi Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Gerakan Anti Radikalisme (GAR) mendesak Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menjatuhkan sanksi kepada mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin atas dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku terkait radikalisme.

Din dilaporkan lewat surat terbuka nomor 10/Srt/GAR-ITB/I/2021 yang diklaim diteken 1.977 alumni ITB lintas angkatan dan jurusan tertanggal 28 Oktober 2020 lalu. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 27 Februari 2021 22:30

BI Dorong Pengembangan Sektor Pariwisata Riau dari Sisi Ekonomi Kreatif

BI ambil peran dalam permodalan usaha ekonomi kreatif.

Sabtu, 27 Februari 2021 20:35

Sindiran Movic untuk Pemain Muda

Menurut Zlatan Ibrahimovic pemain muda lebih cepat terkenal dari pada masa dia muda dulu.

Sabtu, 27 Februari 2021 19:30

Situasi di Myanmar Semakin Memburuk, Jurnalis Ditangkap, Warga Ditembak

Situasi di Myanmar semakin memburuk.

Sabtu, 27 Februari 2021 18:32

Maucash dan Restock Targetkan Penyaluran Rp500 Miliar untuk UMKM

pinjaman produktif untuk membantu perkembangan UMKM di Indonesia

Sabtu, 27 Februari 2021 16:30

5 Fitur Baru Telegram Versi 7.5

Dalam update terbarunya versi 7.5, Telegram menambahkan beberapa fitur baru.

Sabtu, 27 Februari 2021 15:36

Pemain Belakang Barca Dituding Pakai Identitas Kewarganegaraan Palsu

Byron Castillo, dicurigai pakai kewarganegaraan palsu.

Sabtu, 27 Februari 2021 14:31

Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Inggris didesak ‘Stop Jual Senjata ke Saudi’

Inggris dan sekutu utamanya harus bergabung dengan AS dalam menjatuhkan sanksi pada bin Salman.

Sabtu, 27 Februari 2021 14:01

Cantik-Cantik Ditangkap Polisi, Remaja Ini Diciduk Saat Edarkan Ekstasi

Dua remaja putri dengan inisial AY (15) dan IG (17), salah satunya masih berstatus pelajar

Sabtu, 27 Februari 2021 13:37

Minuman Segar dengan Nama Unik dari Riau, Laksamana Mengamuk

Berbahan dasar buah mangga kuini, santan, serta gula, minuman es Laksamana Mengamuk sangat memanjakan dahaga

Sabtu, 27 Februari 2021 12:51

Ini Jenis ATM BNI yang Akan Diblokir Per Mei 2021

Penggantian kartu debit berbasis strip magnetik menjadi cip sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia