Abu Bakar dan Pembangkang Pembayar Zakat

Jumat, 10 Juli 2020 08:59
Abu Bakar dan Pembangkang Pembayar Zakat
Memerangi pembamgkang pembayar zakat. (Foto: Net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Kepemimpinan Abu Bakar dipenuhi oleh pembangkang pembayar zakat dan munculnya nabi-nabi palsu.

Wafatnya Rasulullah SAW pada Senin 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriah, atau 8 Juni 632 Masehi membuat umat Islam sempat terpecah untuk mencari pemimpin baru.

Advertisement

Hingga akhirnya, terpilihlah Abu Bakar As-Shiddiq, seorang sahabat yang sangat saleh untuk menjadi khalifah. Abu Bakar mendapatkan Bai’at (sumpah setia) persekutuan umat Islam.

Abu Bakar digambar secara fisik sebagai orang yang berkulit cerah, berperawakan sedang, berwajah mungil, dan berjalan membungkuk.

Baca: Ini Tuntunan Salat Gerhana dari Majelis Tarjih Muhammadiyah

Masa pemerintahan Abu Bakar sendiri tergolong singkat, yakni dari tahun 11-13 Hijriah atau 632 sampai 634 Masehi.

BACA JUGA:  Abu Bakar Tak Mendapatkan Gaji Saat Menjadi Khalifah

Namun, pemerintahan Abu Bakar dipenuhi dengan perang melawan kaum murtad, pembangkang pembayar zakat, dan melawan nabi-nabi palsu.

Suku-suku di Yaman, Yamamah, dan Oman menolak membayar zakat ke Madinah. Sementara itu, beberapa suku lain kembali memeluk agama nenek moyangnya.

Menyikapi hal tersebut, Abu Bakar memberikan pilihan tegas, tunduk tanpa syarat atau diperangi.

Maka, Abu Bakar mengutus pasukan, dengan panglima perang paling kuat adalah Khalid bin Walid. Peperangan melawan pembangkang pembayar zakat dan kaum murtad ini juga dikenal dengan nama Perang Riddah.

Perang lain yang paling sengit adalah perang melawan sang nabi palsu, Musailamah Al Kadzab.

Pada awalnya, Abu Bakar kemudian mengutus Ar-Rajjal Unfuwah untuk berdakwah dan menghentikan Musailamah.

BACA JUGA:  Abu Bakar Tak Mendapatkan Gaji Saat Menjadi Khalifah

Namun, saat bertemu Musailamah sang nabi palsu, Ar-Rajjal malah bergabung dengannya, dan menjadi wakil Musailamah.

Abu Bakar kemudian mengirimkan pasukan untuk memerangi Musailamah. Namun, dua kali Abu Bakar mengirimkan pasukan, selalu dikalahkan oleh Musailamah dengan 40 ribu pasukannya.

Akhirnya, Abu Bakar mengirimkan pasukan yang dikomandoi oleh Khalid bin Walid. Pasukan Khalid berhasil mengalahkan musuhnya.

Musailamah sendiri dibunuh oleh Wahsyi bin Harb, seorang budak yang dulunya membunuh Hamzah ibn Abdul Muthalib.

Tahun 13 Hijriah, atau 23 Agustus 632 Masehi, Abu Bakar meninggal dunia dalam usia 61 tahun. Dia meninggal akibat sakit yang dideritanya. (bpc4)

Berita Terkini

Minggu, 13 Juni 2021 19:50

Tak Masuk Surga Orang Sombong

Islampedia

Minggu, 13 Juni 2021 17:23

BPBD Riau Siagakan 6 Helikopter Siaga Karhutla

Karhutla

Minggu, 13 Juni 2021 16:35

DBU: Kondisi Eriksen Stabil

Eriksen

Minggu, 13 Juni 2021 15:57

Polri Kirimkan Tim Forensik, Outopsi Jenazah Wabup Sangihe

Wabup Sangihe

Minggu, 13 Juni 2021 15:23

Ingin Mesin Awet? Jangan Semprot Mesin Saat Ganti Oli

Oli Motor

Minggu, 13 Juni 2021 14:55

Tentara Israel Tangkap Tiga Remaja Palestina

Palestina

Minggu, 13 Juni 2021 14:35

Prabowo Angkat Bicara Mengenai Utang Pertahanan Rp1,700 Triliun

Rp1,700 Triliun

Minggu, 13 Juni 2021 14:20

JCH Akan Hilang Nomor Antrean Haji Jika Sudah Tarik Uang

Haji Indonesia