Soal Aneksasi, 4 Negara Ikut Bantu Negosiasi Palestina-Israel

Rabu, 08 Juli 2020 15:21
Soal Aneksasi, 4 Negara Ikut Bantu Negosiasi Palestina-Israel
Foto: Net

BERTUAHPOS.COM — Setidaknya 4 negara melakukan penandatangan bersama terkait sokongan mereka terhadap Palestina atas kasus aneksasi lahan di Tepi Barat yang dilakukan oleh Israel. Para Menteri Luar Negeri Mesir, Prancis, Jerman dan Yordania menyatakan telah membicarakan bagaimana bisa dimulai kembali ‘pendekatan bermanfaat’ antara kedua negara yang berkonflik, yakni Israel dan Palestina.

ArabNews melapotkannegara-negara ini menyatakan diri siap untuk memberikan dukungan terhadap setiap bentuk negosiasi yang akan dilakukan. “Kami sepakat bahwa setiap aneksasi wilayah Palestina yang diduduki pada tahun 1967 akan menjadi pelanggaran hukum internasional dan mengganggu pondasi proses perdamaian,” kata para menteri.

Advertisement

Pernyataan bersama itu masing-masing ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Sameh Shoukry, Menlu Yordania Ayman al-Safadi, Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian, dan Menlu Jerman Heiko Maas. Negara-negara ini menyatakan tidak akan pernah mengakui adanya perubahan pada perbatasa 1967 yang tidak disetujui oleh kedua belah pihak dalam konflik tersebut.

Selain itu, para menteri juga sepakat bahwa langkah aneksasi akan memiliki konsekuensi serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan, dan akan menjadi penghalang utama bagi upaya yang bertujuan untuk mencapai perdamaian yang komprehensif dan adil. Perubahan status wilayah juga akan menjadi konsekuensi terhadap ikatan negara-negara tersebut dengan Israel.

Baca: Terjangkit Wabah Kolera, Sudah 315 Nyawa Warga Yaman Melayang

Mesir merupakan negara pertama yang terang-terangan menentang rencana aneksasi atau pencaplokan wilayah Tepi Barat, dan Kairo sempat bereaksi saat awal Israel menyatakan kehendaknya itu pada awal Juli lalu.

Konflik Israel dan Palestina kembali memanas setelah adanya rencana pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat rencananya dilakukan pada Rabu pekan lalu atau tanggal 1 Juli. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan menunda pelaksanaannya. Netanyahu menyebut tetap melanjutkan pembicaraan rencana aneksasi dengan mitranya Amerika Serikat terhadap rencana itu. (bpc2)