Mahathir Mohamad: Saya Tak Akan Calon di Pemilu 2023 Malaysia

Sabtu, 26 September 2020 14:18
Mahathir Mohamad: Saya Tak Akan Calon di Pemilu 2023 Malaysia

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad tidak akan ikut calonkan diri dalam Pemilu Malaysia 2023 nanti. Keputusan ini atas dasar kesadarannya yang tak mungkin bisa menjabat lama jika dirinya terpilih kembali.

Hal ini diungkapkan Mahathir Mohamad dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Kyodo. “Saya masih ingin memimpin. Tapi saya sadar hanya akan menjabat sebentar,” ungkapnya.

Advertisement

Meski masih memiliki keinginan kuat untuk memimpin Negari Jiran, dia memastikan tak akan mencalonkan diri mencalonkan diri dalam Pemilu Malaysia ke-15 nanti. Dalam catatan sejarah perpolitikan di Malaysia, Mahathir Mohamad pegang rekor sebagai pemimpin terpilih tertua di dunia, pada usia 93 tahun ketika menjabat jadi PM Malaysia pada 2018.

Dia sebelumnya sudah memegang rekor sebagai PM terlama “Negeri Jiran”, ketika menjabat di periode pertama pada 1981 sampai 2003 silam. Dilansir Free Malaysia Today Sabtu, 26 September 2020, politisi berjuluk Dr M itu mengatakan, dia berharap anaknya Mukhriz bakal meneruskan jejaknya.

Baca: Sedang Ujian, Israel Bom Sekolah Palestina

“Itu terserah dia tentunya. Saya tida akan menghalangi apa pun yang dia lakukan. Tentunya akan sangat tidak adil baginya,” kata dia.

Saat ini Mukhriz menjabat sebagai presiden interim Partai Pejuang, yang didirikan ayahnya setelah terdepak dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia. Dia menuturkan meski kini berada di luar kekuasaan, dia bakal memerangi korupsi di negara tetangga Indonesia itu melalui Pejuang.

“Partai Pejuang mempunyai tekad kuat. Salah satunya adalah menyelamatkan negara ini dari korupsi,” jelas pria berjuluk “Bapak Pembangunan Malaysia” tersebut.

Mahathir kemudian menyindir koalisi Perikatan Nasional, yang dibentuk dari mantan partainya Bersatu, mengambil jalan korupsi seperti aliansi Barisan Nasional. Dia mengklaim selama tiga bulan sejak aliansi yang dipimpin PM Muhyiddin Yassin itu berkuasa, dia tak berkomentar karena ingin melihat kinerjanya.

“Sayangnya, mereka korup. Mereka berkuasa setelah membeli dukungan. Tapi mereka hanya mayoritas dua orang,” sindir Mahathir Mohamad. (bpc2)