• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Krisis Energi di Bangladesh Memburuk, Warga Semakin “Terpanggang” di Tengah Gelombang Panas

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
25 April 2026
174
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Krisis energi menghantam Bangladesh dan dampaknya semakin meluas di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah negara tersebut. Suhu yang menembus 40°C memperparah kondisi saat pasokan bahan bakar terganggu akibat konflik global.

Mashuka Yasmin Mishu menjadi salah satu suara warga yang terdampak langsung dari krisis ini. Ia menggambarkan kondisi sulit yang dialami keluarganya akibat pemadaman listrik yang terus terjadi.

“Baik anak-anak saya maupun saya tidak bisa tidur tadi malam karena seringnya pemadaman listrik. Cuacanya sangat panas,” kata Mishu, dilansir dari CNBC Indonesia, dan kondisi panas ekstrem membuat situasi semakin tidak tertahankan.

Pemerintah Bangladesh terpaksa menerapkan kebijakan pemutusan beban listrik atau load-shedding untuk menekan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan energi. Lonjakan kebutuhan listrik masyarakat tidak mampu diimbangi kapasitas produksi yang terbatas.

“Kami pernah mengalami pemadaman listrik sebelumnya,” tambahnya. “Tetapi tahun ini kami tidak bisa mendapatkan listrik bahkan selama dua jam berturut-turut,” lanjut Mishu.

Krisis energi ini berakar dari ketergantungan tinggi Bangladesh terhadap impor minyak dan gas yang mencapai 95 persen dari total kebutuhan nasional. Sebagian besar pasokan berasal dari Timur Tengah yang jalur distribusinya terganggu akibat eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Umme Rehana menjelaskan kendala utama yang dihadapi pemerintah dalam menjaga pasokan listrik nasional. Ia menyebutkan kapasitas pembangkit sebenarnya mencukupi, namun terhambat oleh kekurangan bahan bakar.

“Kami memiliki kapasitas pembangkit listrik yang besar,” ujarnya. “Tetapi karena kekurangan gas dan bahan bakar, kami tidak dapat memanfaatkannya,” kata Rehana.

Anindya Islam Amit mengungkapkan kesenjangan signifikan antara kebutuhan dan produksi listrik nasional. Permintaan listrik mencapai 16.000 megawatt, sementara kapasitas produksi hanya menyentuh 14.126 megawatt.

Pemerintah mengambil langkah strategis dengan menerapkan pemadaman listrik terbatas di ibu kota untuk menjaga distribusi energi tetap merata. Kebijakan ini ditujukan agar wilayah pedesaan, khususnya sektor pertanian, tidak mengalami dampak lebih parah.

“Pemadaman listrik secara terbatas diperlukan,” tegas Amit di hadapan parlemen.

“Untuk menjaga keadilan, kami telah memutuskan untuk memperkenalkan pemadaman listrik terbatas dan eksperimental sebesar 110 megawatt di Dhaka. Tidak dapat diterima jika penduduk kota menikmati kenyamanan sementara para petani menderita,” jelas Amit.

Selain krisis listrik, antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar juga terjadi akibat meningkatnya kepanikan masyarakat. Fenomena ini memperburuk tekanan terhadap sistem energi nasional yang sudah berada di titik kritis.

Iqbal Hasan Mahmud berupaya meredam kekhawatiran publik terkait ketersediaan bahan bakar. Ia menilai antrean panjang dipicu oleh aksi panic buying, bukan karena kekurangan stok.

“Negara memiliki cadangan bahan bakar yang cukup,” pungkas Mahmud sambil menyalahkan aksi panic buying sebagai penyebab utama antrean panjang di lapangan.[]

Tags: bangladeshgelombang panaskrisis energi
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Meski Harga Gas Melonjak, Asia Tenggara Tetap Genjot Pembangkit Listrik Gas Alam
Berita Pilihan

Meski Harga Gas Melonjak, Asia Tenggara Tetap Genjot Pembangkit Listrik Gas Alam

...

Read moreDetails
43 Persen Pasokan Minyak Dunia Berasal dari Negara Konflik, Krisis Energi Memburuk

43 Persen Pasokan Minyak Dunia Berasal dari Negara Konflik, Krisis Energi Memburuk

Panen Mangga Alphonso India Hancur Berantakan, Ini Penyebabnya

Panen Mangga Alphonso India Hancur Berantakan, Ini Penyebabnya

Gelombang panas

Gelombang Panas di India Kian Ekstrem, Suhu Bahkan Sampai 50 Derajat Celcius, 13 Orang Meninggal Dunia

Fenomena el nino, Gelombang panas India, suhu cuaca madinah

Gelombang Panas dan Hujan Lebat Melanda India jadi Ancaman Kesehatan dan Pemilu

Gelombang panas

Filipina dan Thailand Terdampak Gelombang Panas — 30 Orang Meninggal, Sekolah Ditutup

Next Post

KAJIAN ISLAM: Teladan Keimanan Asiyah Istri Fir’aun Kekuatan Iman di Tengah Kezaliman

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.