Ini Foto yang Menyebabkan Ketegangan Politik di India, Hingga Protes Panjang Para Petani

Kamis, 03 Desember 2020 10:23
Ini Foto yang Menyebabkan Ketegangan Politik di India, Hingga Protes Panjang Para Petani
Polisi paramiliter memukul seorang petani di India. (PTI/ Ravi Choudhary).

BERTUAHPOS.COM — Sebuah foto hasil jepretan jurnalis Press Trust of India (PTI) bernama Ravi Choudhary, menjadi penentu protes para petani di India

Foto yang menggambarkan seorang polisi paramiliter mengayunkan tongkat kepada seorang petani itu viral di sosial media. Foto ini juga telah menyebabkan ketegangan politik di dalam negeri.

Advertisement

Para politikus oposisi menggunakan foto itu untuk mengkritik cara pemerintah menangani para petani. Sementara partai Perdana Menteri Narendra Modi, Bharatiya Janata Party (BJP) mengklaim bahwa petani itu tidak terkena pukulan, dan tentu saja itu sebuah klaim yang salah.

Foto petani Sikh, yang berjanggut putih, dan tengah diancam oleh polisi paramiliter, diambil 27 November 2020 lalu di bagian barat laut Delhi, ketika para petani mendekati barikade dan mencoba masuk kota.

Baca: Wow, Segini Ongkos PP Bumi-Bulan

“(Dalam protes petani di india) terjadi saling lempar batu, barikade diterobos dan satu bus rusak akibat bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa,” kata jurnalis foto Ravi Choudhary, yang mengambil foto itu pada situs cek fakta, Boomlive.com.

Ia mengatakan polisi mulai memukul pengunjuk rasa dan pria di foto itu juga dipukul. Foto itu langsung viral dan dibagikan oleh puluhan ribu orang di Twitter, Facebook dan Instagram.

BBC Indonesia melaporkan, ratusan ribu petani mengepung Delhi dalam beberapa hari terakhir, menutup hampir semua titik masuk ke ibu kota India itu.

Mereka memprotes undang-undang yang menurut para petani sangat merugikan mereka. Sementara, pemerintah berkata lain, bahwa reformasi dengan membuka sektor pertanian ke pihak swasta, tidak akan merugikan petani.

Para petani di India kemudian turun kejalan untuk menyuarakan aspirasi mereka, dan menolak kebijakan pemerintah. Aksi itu mereka lakukan secara konvoi dengan berjalan kaki.

Sementara itu, puluhan ribu polisi dan tentara paramiliter dikerahkan untuk menghentikan arus petani ke ibu kota, yang menyebabkan bentrokan. Di beberapa tempat, polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk memukul mundur petani. (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 24 Januari 2021 02:03

Larry King Meninggal Dunia

#LARRY KING MENINGGAL

Sabtu, 23 Januari 2021 21:32

Progres Kontruksi Tol Pekanbaru-Bangkinang Sudah 56%

#Tol #Infrastruktur #TolRiau

Sabtu, 23 Januari 2021 20:34

Pemprov Akui Kegiatan Vaksinasi di Riau Berjalan Lambat

#Vaksinasi #VaksinCorona #Kesehatan

Sabtu, 23 Januari 2021 19:32

Inhil Masuk dalam Pilot Project Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan PLTS

#PLTS #Inhil #listrik

Sabtu, 23 Januari 2021 18:32

Riau Masuk Dalam 9 Provinsi Pemulihan Mangrove dan Gambut

#Mangrove #gambut #pemulihan

Sabtu, 23 Januari 2021 17:32

Diprotes Budi Gunadi, Data Pemerima Vaksin Doevaluasi

#Vaksin #Menkes #datavaksin #corona

Sabtu, 23 Januari 2021 16:32

Google Wacanakan Angkat Kaki dari Australia

#teknologi #google #australia

Sabtu, 23 Januari 2021 15:59

Solskjaer: DNA MU Menyerang

#EPL

Sabtu, 23 Januari 2021 15:30

4 Juta Dosis Vaksin Siap Didistribusikan Februari

#Vakisn #DistribusiVaksin #kesehatan