Satgas Covid-19 Riau Gunakan Narasi Human Interest, Berharap Milenial Tersentuh dan Patuhi Protkes

Sabtu, 08 Mei 2021 17:30
Satgas Covid-19 Riau Gunakan Narasi Human Interest, Berharap Milenial Tersentuh dan Patuhi Protkes
ilustrasi. (net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Semenjak angka kasus Covid-19 di Riau menanjak tajam, tidak hanya ragam kebijakan dikeluarkan pemerintah daerah dalam rangka menekan angka kasus positif corona. Ragam narasi pun dilontarkan, berharap masyarakat semakin patuh pada protokol kesehatan.

Belakangan, dalam setiap momentum tampil ke publik Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Indra Yovi, selalu melontarkan narasi yang sifatnya human interest. “Rata-rata pasien Covid-19 yang dirawat di ICU adalah orang-orang tua semua,” tuturnya saat konferensi pers, Jumat, 7 Mei 2021.

Advertisement

Narasi lain, “Dugaan para orang tua tersebut tertular COVID-19 dari anaknya yakni ketika ditanya, para orang tua tersebut menjawab bahwa mereka tidak beraktivitas di luar rumah. Sementara anggota keluarga yang lain yang banyak beraktivitas diluar rumah, terutama anak muda.”

“Kepada para anak muda, kami imbau agar jika keluar rumah tetap menjalankan protokol kesehatan. Karena yang beresiko tertular dan kondisinya bisa memburuk adalah para orangtua mereka.”

Baca: Luhut: Presiden Jokowi Sehat-Sehat Saja Kok!

BACA JUGA:  Kunjungi RSUDTR Siak, Jajaran Polres Siak Apresiasi Tim Medis Penanganan Covid-19

“Pasien positif Covid-19 di Riau yang saat ini mendapatkan perawatan khusus di ruang ICU rumah sakit rujukan COVID-19 di Riau, rata-rata berusia diatas 50 tahun. Kondisi pasien tersebut saat ini dalam kategori sedang hingga berat.

“Pasien yang dirawat di ruang ICU tersebut rata-rata juga berasal dari klaster keluarga. Dimana diduga para orangtua itu tertular dari anggota keluarga yang lain atau anaknya.”

Merujuk berbagai literasi, narasi human interest diperlukan untuk pendapat rasa simpati dari orang lain terhadap hal-hal menyentuh yang ada di sekitar mereka.

Menurut Sumadiria (2006), sesuatu tersembunyi itu misalnya adalah keluhuran budi, kesalehan sosial, kearifan lokal, kesabaran, atau kepasrahan yang dimiliki untuk orang lain. 

Rasa manusiawi ditarik, dan diajak terbenam dalam situasi yang dialami orang lain yang menyangkut keprihatinan, kesedihan, kebahagiaan, ketakutan dan emosional lainnya dengan dengan maksud selain menggugah hati, juga dapat menjadi pelajaran bagi khalayak agar menjadi teladan. 

Human interest yang disampaikan dalam bentuk narasi akan efektif untuk menarik rasa simpati, namun semua itu tergantung dari kondisi atasi situasi pendukung lainnya. (bpc2)