• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Operasi Gigi Tertua di Dunia Ditemukan, Neanderthal Lakukan 59.000 Tahun Lalu di Siberia

Reni by Reni
31 Mei 2026
Operasi Gigi Tertua di Dunia Ditemukan, Neanderthal Lakukan 59.000 Tahun Lalu di Siberia

Foto: The Japan Time.

160
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Sebuah gigi geraham berusia sekitar 59.000 tahun yang ditemukan di dalam Gua Chagyrskaya, Siberia, Rusia, mengungkap bukti mengejutkan tentang operasi gigi tertua di dunia yang pernah tercatat dalam sejarah ilmu pengetahuan. Gigi milik seorang Neanderthal itu menyimpan tanda-tanda prosedur invasif yang tampaknya dilakukan menggunakan alat batu kecil untuk mengikis kerusakan dan meredakan rasa sakit akibat lubang dalam yang mencapai ruang pulpa.

Menurut arkeolog Ksenia Kolobova dari Institut Arkeologi dan Etnografi Cabang Siberia Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, gigi tersebut merupakan contoh tertua yang diketahui dari operasi gigi invasif dan menjadi bukti penting tentang kemampuan kognitif Neanderthal. Temuan ini dipublikasikan pada 13 Mei dalam jurnal ilmiah PLOS One dan langsung memantik perhatian komunitas ilmuwan internasional.

“Ini penting karena membuktikan bahwa Neanderthal memiliki kemampuan kognitif yang canggih, termasuk perencanaan, keterampilan motorik yang tepat, dan strategi medis yang disengaja — yang menantang pandangan usang bahwa perilaku kompleks seperti itu hanya dimiliki oleh manusia modern,” kata Kolobova, dikutip dari The Japan Time, Minggu, 31 Mei 2026.

Kolobova juga menegaskan bahwa prosedur operasi gigi tertua di dunia ini bukan tindakan sederhana, melainkan membutuhkan serangkaian kemampuan kognitif yang kompleks. “Prosedur ini membutuhkan diagnosis sumber rasa sakit, pemahaman bahwa pengangkatan jaringan yang membusuk dapat memberikan kelegaan, pemilihan alat batu yang tepat secara sengaja, dan pelaksanaan pengeboran yang presisi dengan gerakan jari yang terkontrol,” jelasnya.

Gigi geraham yang menjadi bukti operasi gigi tertua di dunia itu ditemukan di Gua Chagyrskaya, situs kaya fosil Neanderthal di tepi kiri Sungai Charysh di kaki Pegunungan Altai, Siberia selatan. Lubang dalam pada gigi tersebut mencakup hampir seluruh permukaan pengunyah dan mencapai ruang pulpa — tempat ujung saraf dan pembuluh darah berada.

Para peneliti menyimpulkan bahwa lubang berbentuk khas dengan pola alur mikroskopis ini merupakan modifikasi yang disengaja, bukan kerusakan yang terjadi secara alami. Bukti keausan rutin pada gigi juga menunjukkan bahwa individu Neanderthal tersebut masih hidup cukup lama setelah menjalani prosedur operasi gigi itu.

Antropolog sekaligus penulis utama studi, Alisa Zubova dari Museum Antropologi dan Etnografi Peter Agung atau Kunstkamera di St. Petersburg, menyebut temuan ini selaras dengan pemahaman ilmu kedokteran gigi modern. “Hal ini sesuai dengan pemahaman modern tentang pengobatan lesi karies yang dalam,” ujar Zubova.

Lydia Zotkina, ahli jejak dari Institut Arkeologi dan Etnografi yang juga menjadi penulis bersama studi ini, melakukan eksperimen replikasi menggunakan alat kecil dari jasper — sejenis kuarsa yang serupa dengan alat yang ditemukan di Gua Chagyrskaya dari masa pendudukan Neanderthal. Hasilnya menunjukkan bahwa gerakan memutar atau mengebor dengan tangan menggunakan alat batu kecil merupakan teknik paling efektif untuk menghasilkan lubang dengan bentuk serupa.

Tags: insightpengetahuansejarah
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Reni

Reni

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru
Insight

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru

...

Read moreDetails
Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Pisang Liar Sumber Keragaman Genetik demi Ketahanan Pangan

Pisang Liar Sumber Keragaman Genetik demi Ketahanan Pangan

Survei Ini Ungkap Kopi dan Teh Kuasai Pasar Minuman Berasa

Survei Ini Ungkap Kopi dan Teh Kuasai Pasar Minuman Berasa

Next Post
Tekanan Pasar Naik, Harga CPO Turun Setelah Dua Hari Menguat

Ekspor Satu Pintu Berlaku 1 Juni 2026, Cek Komoditinya Apa Saja

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.