• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 24, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru

Pedrianto by Pedrianto
5 Agustus 2026
Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru

Foto: Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Belum ada konsensus ilmiah yang membuktikan bahwa penggunaan atap seng yang memenuhi standar mutu secara langsung menyebabkan kanker paru-paru.

Ikatan Arsitek Indonesia menegaskan bahwa tantangan utama atap logam justru terletak pada kenyamanan termal, bukan risiko kesehatan.

Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia Georgius Budi Yulianto meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat pasca pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang atap seng.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu, 5 Agustus 2026, ia meminta agar pembahasan material atap didasarkan pada kajian ilmiah dan karakteristik teknis, bukan semata persepsi publik.

“Terkait penggunaan seng, perlu juga diluruskan agar masyarakat memperoleh informasi yang proporsional. Hingga saat ini, tidak terdapat konsensus ilmiah yang menyatakan bahwa penggunaan atap seng yang memenuhi standar mutu secara langsung menyebabkan kanker paru,” ujar Boegar, sapaan akrab Georgius Budi Yulianto.

Pernyataan Presiden Prabowo sebelumnya memicu perbincangan luas di kalangan masyarakat awam. Anggapan bahwa material seng dapat memicu kanker paru-paru menyebar cepat tanpa verifikasi ilmiah yang memadai.

Boegar menegaskan bahwa pembahasan mengenai material atap sebaiknya dikembalikan pada fakta teknis. Setiap material memiliki karakteristik berbeda yang memerlukan pendekatan desain spesifik.

“Yang lebih sering menjadi persoalan justru adalah peningkatan suhu ruang akibat penyerapan panas yang tinggi. Kenyamanan termal menurun apabila desain bangunan tidak dilengkapi insulasi, ventilasi, atau sistem atap yang memadai,” kata Boegar.

Seng sebagai material logam memiliki kemampuan menyerap dan menghantarkan panas lebih tinggi dibandingkan material lain. Akibatnya, suhu di dalam bangunan dapat meningkat signifikan jika rancangan rumah tidak mendukung peredaman panas.

Kenyamanan sebuah rumah tidak hanya ditentukan oleh jenis material atap. Penerapan insulasi atap, ventilasi silang, hingga desain plafon dan rongga udara dapat membantu mengurangi panas meski menggunakan atap berbahan logam.

Material tradisional seperti ijuk dan rumbia memiliki keunggulan dari sisi kenyamanan termal. Kedua material tersebut memiliki konduktivitas panas yang rendah sehingga ruang di bawahnya cenderung lebih sejuk.

“Apabila berbicara mengenai ijuk atau rumbia, memang keduanya merupakan material tradisional Nusantara yang memiliki karakteristik termal yang sangat baik. Namun, bukan berarti atap logam tidak dapat digunakan dengan aman,” lanjut Boegar.

Seng sebagai material atap telah digunakan secara luas di berbagai negara tanpa bukti langsung memicu kanker. Isu kesehatan yang beredar di masyarakat perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan keresahan tanpa dasar.

“Pembahasan material atap harus dikembalikan pada data teknis dan standar mutu. Setiap material memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat diatasi dengan desain yang tepat,” ujar Boegar.

Tags: insight
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Pedrianto

Pedrianto


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke eMail: redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego
Berita Pilihan

Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

...

Read moreDetails
Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Pisang Liar Sumber Keragaman Genetik demi Ketahanan Pangan

Pisang Liar Sumber Keragaman Genetik demi Ketahanan Pangan

Survei Ini Ungkap Kopi dan Teh Kuasai Pasar Minuman Berasa

Survei Ini Ungkap Kopi dan Teh Kuasai Pasar Minuman Berasa

Budidaya Jamur Tiram, Peluang Usaha Rumahan dengan Pasar yang Masih Terbuka Lebar

Budidaya Jamur Tiram, Peluang Usaha Rumahan dengan Pasar yang Masih Terbuka Lebar

Next Post
RPB Inisiasi Gerakan Tanam 100 Ribu Bibit Cabai di Agustus Ini

RPB Inisiasi Gerakan Tanam 100 Ribu Bibit Cabai di Agustus Ini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.