3 Karisedenan yang Berperan Penting Hadirnya Pekanbaru

Minggu, 16 Agustus 2020 16:40
3 Karisedenan yang Berperan Penting Hadirnya Pekanbaru

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Berdasarkan Sejarah Pekanbaru yang dikisahkan sejarawan asal Universitaqs Riau, Prof Suwardi, sejarawan  80 tahunan asal Kuansing mengatakan kalau Riau (sebelum pisahnya Kepri), terdiri dari 3 karisedanan,

Pertama, Karisedanan Riau: Indragiri dan Kepri, kedua, karisedenan Sumatera Timur: Siak, Bengkalis dan kawasan pesisir lain beribu kota Bengkalis sebelum pindah ke Medan, ketiga, Kampar bagian dari Sumbar provinsi sumatera bagian Barat sampai dengan tahun 1942, hingga Jepang memasukkan Kampar ke Riau oleh Syu Cho Kang atau pimpinan militer angkatan darat Jepang. 

Advertisement

“Nah, wilayah Pekanbaru baru berkembang setelah menjadi kota praja dari UU no 22 tahun 1948, sebagai kota praja di Riau, ditunjuklah walikotanya Wan Abdurrahman. Ada juga keturunan Raja ke 16 Tambusai menjadi walikota yaitu Tengku Ilyas. Dengan ibukota praja itu, maka kantor walikota didirikan di kantor Korem kini,” ungkap Suwardi satu sore di kediamannya medium Agustus 2020.

Baca: Catatan 13 September: Bom di Bursa Efek Jakarta

Karena PRRI berkuasa, maka diambil alihnya hingga menyulapnya jadi kantor Korem yang  gubernurnya juga dilantik di situ,  yaitu Mayor Syamsinurdin tadi tahun 1957, papar lelaki yang pernah menjabat Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) tahun 1975 itu. Namun, kata Soewardi lagi, Sukarno marah dengan kejadian pengangkatan gubernur militer itu. Kemudian  mengirim Kaharuddin Nasution dari resimen RPKAD (Kopasus kini) untuk menumpas PRRI.

Mega Proyek Stadion, Masjid Agung, dan Universitas

“Zaman gubernur Kaharuddin Nasution tahun 1960 an, didirikannyalah Universitas Riau. Maka dibangun pula komplek nyamuk sebagai tempat perumahan dosen, Masjid Agung Annur hingga stadion Hang Tuah. Saya masih ingat, kala Pak Kaharuddin memakai celana pendek saja saat memantau pembangunan stadion Hang Tuah, hingga pemberian nama jalan Sudirman kini sebagai jalan Asia, dan jalan Bangkinang untuk Ahmad Yani kini,” kata Suwardi mengingat-ingat.  

Kampus pertama yang dibangun adalah IKIP Jakarta cabang Pekanbaru, dan Fisipol di tahun 1969, kemudian bertambah di tahun-tahun selanjutnya. “Namun beliau juga memberi dorongan untuk membangun Universitas Islam Riau (UIR) kini. Dengan mendorong kelompok pendidik pejuang asal Pasirpangaraian keluarga Kunin, yang memiliki penerus Zaini Kunin dan Rawi Kunin.”

(bpc5)