BERTUAHPOS — Sejumlah warga di Pekanbaru mengeluhkan lamanya antrean penukaran uang rusak melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI). Meskipun sistem digital ini dirancang untuk menertibkan layanan, dalam praktiknya justru menyulitkan masyarakat karena keterbatasan kuota dan lamanya waktu tunggu.
Mulfiani, warga Kecamatan Kulim, mengaku kecewa setelah lebih dari dua minggu mendaftar lewat aplikasi namun belum juga mendapat jadwal.
“Saya sudah daftar lewat aplikasi PINTAR, tapi antreannya baru bisa bulan depan. Padahal uangnya sudah lama rusak dan saya butuh untuk belanja harian,” ujarnya, Selasa, 4 Juni 2025.
Keluhan serupa juga disampaikan Wahyu Mulia Sari, warga Kecamatan Tampan. Ia menuturkan, uangnya rusak akibat banjir dan harus menunggu berbulan-bulan untuk bisa menukarkannya.
“Sudah daftar, tapi ternyata masih harus antre lama. Kalau makin lama tentu risiko uang makin rusak. Gimana BI ini,” kata Wahyu.
Sesuai kebijakan baru, penukaran uang rusak kini wajib dilakukan melalui aplikasi PINTAR (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah). Masyarakat diminta mendaftar terlebih dahulu secara online, memilih lokasi dan waktu penukaran.
Namun, tingginya permintaan di wilayah padat seperti Pekanbaru membuat kuota harian cepat penuh, sehingga warga terpaksa menunggu berbulan-bulan.
Langkah digitalisasi seperti aplikasi PINTAR dinilai sebagai terobosan penting, namun penerapannya di lapangan harus memperhatikan kenyamanan publik. Tanpa perbaikan kapasitas layanan dan fleksibilitas sistem, transformasi digital ini berisiko menimbulkan frustrasi dan menghambat akses masyarakat terhadap hak dasar mereka.
Masyarakat berharap Bank Indonesia segera mengevaluasi sistem antrean aplikasi PINTAR, memperluas kuota harian, dan menyediakan layanan darurat bagi kebutuhan mendesak.
Warga meminta agar BI memberikan solusi khusus untuk kasus tertentu seperti uang rusak akibat bencana.
“Kalau uang rusak karena kebanjiran atau kebakaran, masa harus antre dua bulan? Harusnya ada jalur cepat. Kan BI tahu Pekanbaru diguyur hujan terus,” sambung Wahyu.***









