BERTUAHPOS — Menyikapi keluhan masyarakat terkait lamanya antrean digital dalam layanan penukaran uang rusak melalui aplikasi PINTAR, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau memberikan klarifikasi bahwa masyarakat tetap bisa menukarkan uang rusak secara langsung tanpa harus melalui aplikasi.
Humas BI Riau, Rendi, menyampaikan bahwa Bank Indonesia pada prinsipnya tetap melayani penukaran uang rusak atau cacat secara langsung, khususnya bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam penggunaan aplikasi PINTAR.
“Apabila terdapat kendala di aplikasi PINTAR, secara prinsip Bank Indonesia tetap dapat melayani penukaran uang rusak maupun cacat dari masyarakat secara langsung dengan datang ke kantor BI Riau,” ujarnya saat dihubungi Bertuahpos, Selasa, 4 Juni 2025.
Rendi menjelaskan, masyarakat dapat langsung datang ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau pada hari layanan yang telah ditentukan, yaitu setiap Selasa dan Kamis mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Sesampainya di lokasi, masyarakat cukup mengisi data pada mesin antrean yang telah disediakan.
“Bank Indonesia berharap informasi ini dapat mencerahkan dan membantu masyarakat dalam mengakses layanan penukaran uang dengan lebih mudah dan cepat,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah warga di Pekanbaru mengeluhkan kesulitan mendapatkan jadwal penukaran uang melalui sistem antrean digital di aplikasi PINTAR. Banyak yang mengeluhkan waktu tunggu yang bisa mencapai berminggu-minggu hingga berbulan-bulan karena kuota terbatas.
Warga Pekanbaru Keluhkan Antrean Panjang Penukaran Uang Rusak via Aplikasi PINTAR BI
Mulfiani, warga Kecamatan Kulim, mengaku kecewa setelah lebih dari dua minggu mendaftar lewat aplikasi namun belum juga mendapat jadwal. “Saya sudah daftar lewat aplikasi PINTAR, tapi antreannya baru bisa bulan depan. Padahal uangnya sudah lama rusak dan saya butuh untuk belanja harian,” ujarnya, Selasa, 4 Juni 2025.
Keluhan serupa juga disampaikan Wahyu Mulia Sari, warga Kecamatan Tampan. Ia menuturkan, uangnya rusak akibat banjir dan harus menunggu berbulan-bulan untuk bisa menukarkannya. “Sudah daftar, tapi ternyata masih harus antre lama. Kalau makin lama tentu risiko uang makin rusak. Gimana BI ini,” kata Wahyu.***









