BERTUAHPOS — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal perdagangan Selasa, 16 September 2025. Per pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat berada di level 7.979,74 atau naik 0,48% dari harga pembukaan 7.943,45. Sebelumnya, IHSG ditutup di level 7.937,12 pada perdagangan Senin, 15 September 2025.
IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 7.850 dan resistance 8.000. Jika mampu menembus level 7.943, indeks berpotensi melanjutkan penguatan ke kisaran 8.022–8.102. Namun, secara teknikal, IHSG juga rawan terkoreksi ke area 7.233–7.390.
Beberapa sentimen positif menopang kenaikan IHSG hari ini. Kinerja bursa Wall Street yang menguat, kenaikan harga komoditas utama seperti minyak, emas, batubara, CPO, dan nikel, serta aksi beli bersih investor asing menjadi faktor pendorong utama.
Sejumlah saham direkomendasikan untuk akumulasi beli pada perdagangan hari ini. Di antaranya PTRO, TLKM, ANTM, SMRA, BSDE, dan PWON. Saham-saham tersebut dinilai memiliki prospek teknikal dan fundamental yang menarik di tengah tren penguatan IHSG.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (15/9/2025), IHSG ditutup naik 1,06% ke level 7.937,12 dengan total nilai transaksi mencapai Rp16,98 triliun. Mayoritas saham mencatat penguatan, terutama di sektor siklikal, infrastruktur, dan teknologi. Hanya sektor kesehatan yang mengalami pelemahan.
Penguatan IHSG juga ditopang oleh data ekonomi domestik yang positif. Inflasi yang melonggar, surplus perdagangan, serta pertumbuhan sektor manufaktur memberi sinyal stabilitas fundamental ekonomi Indonesia.
Selain itu, optimisme pasar terhadap potensi pemotongan suku bunga The Fed pada akhir tahun ikut mendukung minat investor. Kondisi ini memperbesar arus dana asing masuk ke pasar saham domestik.
Meski begitu, sejumlah faktor masih menjadi penghambat pergerakan IHSG. Kekhawatiran atas situasi politik dalam negeri serta keputusan pengadilan AS terkait tarif impor dinilai dapat membatasi laju penguatan indeks.***









